Close Menu
    What's Hot

    Optimisme Konsumen RI Tetap Terjaga

    09-10-2026 - 02.06

    Rupiah Tergelincir ke Level Rp17.890 Per Dolar AS

    09-10-2026 - 02.02

    Investor Global Makin Percaya Pasar Modal RI

    09-10-2026 - 00.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Optimisme Konsumen RI Tetap Terjaga
    • Rupiah Tergelincir ke Level Rp17.890 Per Dolar AS
    • Investor Global Makin Percaya Pasar Modal RI
    • IHSG Terperosok Tajam ke Level 6.031
    • Waspada Manipulasi Harga Saham HSC
    • Tiket MotoGP Mandalika Ludes Hampir Semua
    • Kado Manis HUT ke-28 Bank Mandiri Bagi Investor
    • Aturan Baru Bursa Siapkan Exit Policy
    Jumat, 9 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Investor Global Makin Percaya Pasar Modal RI
    Pangan

    Investor Global Makin Percaya Pasar Modal RI

    09-10-2026 - 00.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Kabar baik datang dari sektor keuangan nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan apresiasi tinggi terhadap keputusan FTSE Russell yang tetap mempertahankan status pasar modal Indonesia dalam kategori Secondary Emerging Market. Keputusan ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa kepercayaan investor global terhadap stabilitas dan integritas pasar saham Tanah Air masih sangat solid.

    Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa keputusan ini merupakan angin segar bagi seluruh pelaku industri keuangan. Menurutnya, status yang tidak berubah ini membuktikan bahwa komunitas investor internasional masih melihat nilai positif dan potensi besar dalam ekosistem pasar modal Indonesia.

    Investor Global Makin Percaya Pasar Modal RI
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    "Tentu di balik keputusan ini, ada kepercayaan dari para investor global yang masih mengapresiasi pasar kita, baik dari segi tingkat integritas maupun tingkat investabilitasnya," ujar Hasan saat memberikan keterangan resmi di Jakarta.

    Salah satu poin krusial yang menjadi catatan positif adalah tidak adanya pernyataan Indonesia dalam daftar pantauan atau watchlist FTSE Russell. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pasar modal Indonesia terus melakukan berbagai perbaikan, tidak ada isu fundamental yang dianggap membahayakan atau memerlukan peringatan khusus dari lembaga pemeringkat global tersebut.

    Hasan juga menekankan bahwa lembaga pemeringkat dunia seperti FTSE Russell secara aktif memantau langkah-langkah reformasi yang tengah digalakkan pemerintah dan regulator. Fokus utama dari reformasi ini adalah mempercepat peningkatan integritas pasar, terutama pada aspek transparansi kepemilikan saham.

    Beberapa isu teknis yang menjadi sorotan utama meliputi transparansi kepemilikan di atas 1 persen, detail klasifikasi tipe investor, hingga masalah konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi. Selain itu, upaya peningkatan jumlah saham yang beredar di publik (free float) melalui ketentuan batas minimum juga menjadi perhatian serius.

    "Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya kita menuju normalisasi perhitungan indeks seperti sedia kala. Saya melihat ini sebagai konfirmasi positif atas progres nyata yang sedang kita jalankan di bursa," tambah Hasan.

    Sebelumnya, FTSE Russell sempat menunda sejumlah perubahan indeks untuk Indonesia pada periode kaji ulang Maret, Juni, dan September 2026. Penundaan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas langkah reformasi yang baru diterapkan, guna memastikan transisi kembali ke proses kaji ulang indeks standar berjalan secara tertib dan stabil.

    Proses evaluasi ini bukanlah hal yang instan. Hasan menjelaskan bahwa perjalanan evaluasi ini telah berlangsung cukup panjang sejak awal April 2026. Hasil evaluasi yang mendalam inilah yang kemudian dituangkan dalam pengumuman resmi mengenai kondisi pasar modal Indonesia.

    Ke depannya, FTSE Russell dijadwalkan akan memberikan pembaruan terkait perlakuan terhadap sekuritas Indonesia menjelang kaji ulang indeks pada Desember 2026. Pembaruan tersebut nantinya akan mempertimbangkan sejauh mana kemajuan reformasi pasar yang telah dilakukan serta masukan dari berbagai pemangku kepentingan di industri keuangan.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Optimisme Konsumen RI Tetap Terjaga

    09-10-2026 - 02.06

    Rupiah Tergelincir ke Level Rp17.890 Per Dolar AS

    09-10-2026 - 02.02

    IHSG Terperosok Tajam ke Level 6.031

    09-10-2026 - 00.02

    Waspada Manipulasi Harga Saham HSC

    08-10-2026 - 23.06

    Tiket MotoGP Mandalika Ludes Hampir Semua

    08-10-2026 - 23.02

    Kado Manis HUT ke-28 Bank Mandiri Bagi Investor

    08-10-2026 - 20.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Optimisme Konsumen RI Tetap Terjaga

    agroplus.co.id – Meskipun terjadi sedikit koreksi pada angka Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di bulan September…

    Rupiah Tergelincir ke Level Rp17.890 Per Dolar AS

    09-10-2026 - 02.02

    Investor Global Makin Percaya Pasar Modal RI

    09-10-2026 - 00.06

    IHSG Terperosok Tajam ke Level 6.031

    09-10-2026 - 00.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.