agroplus.co.id – Kabar mengejutkan datang dari lantai bursa terkait pergerakan saham emiten sektor gaya hidup. PT Lima Dua Lima Tiga Tbk, atau yang lebih dikenal dengan kode saham LUCY, baru saja melaporkan adanya perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan sahamnya. Seorang investor besar dilaporkan telah melakukan aksi borong dalam jumlah yang sangat fantastis.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis secara resmi, HP Capital Resources tercatat telah melakukan pembelian masif terhadap saham LUCY. Transaksi besar ini terjadi pada tanggal 29 September 2026, di mana investor tersebut menyerap sebanyak 189 juta lembar saham perusahaan pengelola bar dan restoran ternama, Lucy In The Sky ini.

Yang menarik perhatian para pelaku pasar adalah harga eksekusi transaksi tersebut. HP Capital Resources melakukan pembelian dengan harga Rp315 per saham. Jika dihitung secara total, nilai investasi yang digelontorkan mencapai angka Rp59,53 miliar. Angka ini tergolong sangat berani, mengingat harga pasar LUCY pada saat transaksi berlangsung berada di rentang Rp244 hingga Rp282 per saham. Dengan kata lain, investor ini bersedia membayar harga premium atau di atas harga pasar yang sedang berjalan.
Menanggapi aksi korporasi tersebut, pihak manajemen LUCY memberikan penjelasan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Manajemen menyebutkan bahwa langkah pembelian portofolio ini dilakukan dalam rangka strategi diversifikasi serta alokasi aset oleh pihak pembeli. Hal ini menunjukkan adanya kepercayaan tinggi dari investor terhadap prospek bisnis perusahaan di masa depan.
Perubahan komposisi kepemilikan ini membawa dampak yang sangat drastis bagi struktur pemegang saham LUCY. Sebelum melakukan aksi borong tersebut, HP Capital Resources hanya memiliki 5,27 juta unit saham atau setara dengan 0,35% dari total saham beredar. Namun, pasca transaksi besar ini, kepemilikan mereka melonjak tajam menjadi 194,27 juta unit saham, yang setara dengan 12,83% kepemilikan perusahaan.
Meskipun jumlah kepemilikannya meningkat drastis hingga menjadi dua digit persen, pihak manajemen menegaskan bahwa transaksi ini bersifat kepemilikan langsung tanpa adanya perjanjian pembelian kembali (repurchase agreement). Selain itu, HP Capital Resources juga dikonfirmasi bukan merupakan pemegang saham pengendali di PT Lima Dua Lima Tiga Tbk.
Aksi beli di atas harga pasar ini sering kali ditafsirkan oleh para analis sebagai sinyal positif atau bullish. Investor besar biasanya memiliki analisis mendalam mengenai nilai intrinsik perusahaan yang mungkin belum sepenuhnya tercermin dalam harga pasar saat ini. Bagi para investor ritel, pergerakan ini tentu menjadi sinyal untuk memperhatikan kembali kinerja fundamental LUCY sebagai pemain utama di industri hiburan dan kuliner.
