Close Menu
    What's Hot

    IHSG Terperosok ke Level Terendah Dua Bulan

    01-10-2026 - 20.06

    Guncangan di Manajemen Link Net

    01-10-2026 - 20.02

    Tren Belanja Elektronik Diprediksi Melejit

    01-10-2026 - 18.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • IHSG Terperosok ke Level Terendah Dua Bulan
    • Guncangan di Manajemen Link Net
    • Tren Belanja Elektronik Diprediksi Melejit
    • Mekanisme Short Selling Resmi Dimulai
    • IHSG Merosot Tajam Akibat Reshuffle Kabinet
    • IHSG Terjun Bebas Efek Reshuffle Kabinet
    • Strategi Besar NIRO Jual Aset Triliunan
    • Laba VKTR Melejit Drastis di Tengah Tren Listrik
    Kamis, 1 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - IHSG Terperosok ke Level Terendah Dua Bulan
    Pangan

    IHSG Terperosok ke Level Terendah Dua Bulan

    01-10-2026 - 20.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Pasar modal Indonesia kembali menghadapi tekanan hebat pada perdagangan Kamis (1/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan signifikan lebih dari 1 persen, yang membawa indeks ke level terendahnya dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar terkait stabilitas ekonomi jangka pendek.

    Berdasarkan data penutupan sesi kedua, IHSG merosot sebesar 61,64 poin atau terkoreksi 1,02 persen ke posisi 6.009,50. Sepanjang hari perdagangan, pergerakan indeks tampak sangat fluktuatif, di mana titik terendah sempat menyentuh level 5.973 dan sempat menguat hingga ke level 6.095. Volatilitas yang tinggi ini tercermin dari nilai transaksi yang mencapai Rp11,07 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 329,48 juta lot.

    IHSG Terperosok ke Level Terendah Dua Bulan
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Sentimen utama yang diduga menjadi pemicu koreksi tajam ini adalah dinamika politik domestik, khususnya terkait langkah Presiden Prabowo Subianto yang melakukan perombakan kabinet atau reshuffle pada Kabinet Merah Putih. Pelantikan sejumlah menteri dan wakil menteri baru di Istana Negara menciptakan ketidakpastian sementara di mata investor. Salah satu sorotan utama adalah pelantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Jenderal TNI Dudung Abdurachman, serta perubahan posisi strategis lainnya seperti Bahlil Lahadalia yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi.

    Secara sektoral, sektor konsumer non-primer menjadi yang paling terpukul dengan penurunan mencapai 1,97 persen. Sektor barang baku juga tidak luput dari tekanan dengan koreksi 1,91 persen, disusul oleh sektor teknologi yang anjlok 1,50 persen. Beberapa saham dengan kapitalisasi pasar besar seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), serta saham perbankan besar lainnya seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turut menjadi faktor pemberat indeks.

    Kondisi pasar semakin diperparah dengan aksi jual bersih oleh investor asing (net foreign sell). Tercatat aliran modal keluar mencapai Rp204,30 miliar, di mana total penjualan asing mencapai Rp1,90 triliun, sementara pembelian hanya berada di angka Rp1,70 triliun. Saham GOTO menjadi salah satu yang paling banyak dilepas oleh asing dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp62,77 miliar. Selain itu, saham CUAN, AMMN, BBRI, dan MDKA juga masuk dalam daftar saham yang ditinggalkan investor asing.

    Selain isu domestik terkait reshuffle kabinet, investor juga tengah mencermati rilis data ekonomi penting seperti angka inflasi, neraca perdagangan, serta PMI manufaktur. Di sisi global, ketegangan geopolitik akibat konflik yang masih berlangsung serta dinamika ekonomi Amerika Serikat—termasuk data inflasi PCE dan pertumbuhan ekonomi AS—turut memberikan tekanan tambahan bagi pasar saham di kawasan Asia, termasuk Indonesia.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Guncangan di Manajemen Link Net

    01-10-2026 - 20.02

    Tren Belanja Elektronik Diprediksi Melejit

    01-10-2026 - 18.06

    Mekanisme Short Selling Resmi Dimulai

    01-10-2026 - 18.02

    IHSG Merosot Tajam Akibat Reshuffle Kabinet

    01-10-2026 - 15.06

    IHSG Terjun Bebas Efek Reshuffle Kabinet

    01-10-2026 - 15.02

    Strategi Besar NIRO Jual Aset Triliunan

    01-10-2026 - 13.07
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    IHSG Terperosok ke Level Terendah Dua Bulan

    agroplus.co.id – Pasar modal Indonesia kembali menghadapi tekanan hebat pada perdagangan Kamis (1/10/2026). Indeks Harga…

    Guncangan di Manajemen Link Net

    01-10-2026 - 20.02

    Tren Belanja Elektronik Diprediksi Melejit

    01-10-2026 - 18.06

    Mekanisme Short Selling Resmi Dimulai

    01-10-2026 - 18.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.