Close Menu
    What's Hot

    Rupiah Bangkit dari Ambang Krisis Dolar

    29-09-2026 - 15.06

    IHSG Terjun Bebas Investor Mulai Panik

    29-09-2026 - 15.02

    Bursa Asia Merah Membara IHSG Ikut Tertekan

    29-09-2026 - 13.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Rupiah Bangkit dari Ambang Krisis Dolar
    • IHSG Terjun Bebas Investor Mulai Panik
    • Bursa Asia Merah Membara IHSG Ikut Tertekan
    • Nvidia Siapkan Dana Jumbo Borong Emiten RI
    • Rupiah Terpuruk Tembus Rp18000 per Dolar
    • Strategi Besar EPAC Perkuat Modal
    • IHSG Merosot Tajam Asing Jual Saham
    • IHSG Merosot Tajam Investor Asing Borong Saham Ini
    Selasa, 29 September 2026
    agroplus
    Home - Pangan - IHSG Terjun Bebas Investor Mulai Panik
    Pangan

    IHSG Terjun Bebas Investor Mulai Panik

    29-09-2026 - 15.023 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Pasar modal Indonesia kembali diguncang volatilitas tinggi pada perdagangan sesi pertama, Selasa (29/9/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau masih berjuang di zona merah setelah sempat mengalami tekanan hebat hingga anjlok ke level 2 persen. Hingga penutupan sesi I, indeks tercatat melemah 12,86 poin atau turun 0,21 persen ke posisi 6.135.

    Kondisi pasar yang tidak menentu ini terlihat dari dominasi saham-saham yang bergerak melemah. Tercatat sebanyak 451 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 250 saham yang mampu mencatatkan penguatan. Selebihnya, sebanyak 262 saham bergerak stagnan tanpa perubahan harga yang signifikan. Fenomena ini mencerminkan sikap pelaku pasar yang cenderung menahan diri di tengah ketidakpastian ekonomi.

    IHSG Terjun Bebas Investor Mulai Panik
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Menanggapi fenomena ini, Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa koreksi yang terjadi saat ini masih selaras dengan analisis teknikal. Menurutnya, IHSG saat ini sedang berada dalam fase tren menurun atau downtrend. Faktor utama yang memicu tekanan ini adalah sentimen negatif dari bursa global dan regional yang mayoritas juga sedang mengalami koreksi.

    Selain faktor sentimen global, beberapa indikator ekonomi makro turut memberikan tekanan pada pasar domestik. Harga minyak mentah dunia terpantau bergerak di rentang US$93 hingga US$99 per barel. Di sisi lain, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun berada di level 5,24 persen, serta indeks dolar (DXY) yang menyentuh angka 101. Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan tekanan jual yang cukup kuat di pasar saham.

    Herditya memberikan catatan penting bagi para investor mengenai level psikologis pasar. Ia menyebutkan bahwa level support IHSG saat ini berada di angka 6.041, sementara level resistance berada di 6.196. Kedua angka ini menjadi acuan krusial untuk memprediksi arah pergerakan indeks selanjutnya.

    Sementara itu, data dari Phintraco Sekuritas menunjukkan adanya arus keluar modal asing (foreign flow) yang cukup masif di pasar reguler. Tercatat terjadi aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing senilai Rp365,88 miliar. Aksi jual tersebut didominasi oleh saham-saham berkapitalisasi besar seperti ADMF, BMRI, BBCA, TLKM, dan ADRO. Meski demikian, investor asing masih melakukan rotasi sektor dengan membeli saham BBRI, TPIA, ASII, EMAS, dan DSSA.

    Secara teknikal, para analis memperingatkan bahwa level 6.000 menjadi benteng pertahanan kunci bagi IHSG. Jika indeks mampu bertahan di atas angka tersebut, ada peluang terjadinya pemulihan teknikal (technical rebound) menuju area 6.240 hingga 6.400. Namun, jika level 6.000 jebol, risiko penurunan lebih lanjut menuju level 5.854 akan sulit dihindari. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap dinamika nilai tukar rupiah dan pergerakan yield AS yang akan menjadi penentu arah pasar ke depan.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Rupiah Bangkit dari Ambang Krisis Dolar

    29-09-2026 - 15.06

    Bursa Asia Merah Membara IHSG Ikut Tertekan

    29-09-2026 - 13.06

    Nvidia Siapkan Dana Jumbo Borong Emiten RI

    29-09-2026 - 13.02

    Rupiah Terpuruk Tembus Rp18000 per Dolar

    29-09-2026 - 10.06

    Strategi Besar EPAC Perkuat Modal

    29-09-2026 - 10.02

    IHSG Merosot Tajam Asing Jual Saham

    29-09-2026 - 08.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Rupiah Bangkit dari Ambang Krisis Dolar

    agroplus.co.id – Mata uang Garuda menunjukkan taringnya setelah sempat terpuruk di awal perdagangan. Rupiah berhasil…

    IHSG Terjun Bebas Investor Mulai Panik

    29-09-2026 - 15.02

    Bursa Asia Merah Membara IHSG Ikut Tertekan

    29-09-2026 - 13.06

    Nvidia Siapkan Dana Jumbo Borong Emiten RI

    29-09-2026 - 13.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.