Close Menu
    What's Hot

    IHSG Tergelincir di Bawah Level 6000

    14-10-2026 - 08.06

    Misteri Saham yang Diburu Asing Saat IHSG Lesu

    14-10-2026 - 08.02

    BUMI Buka Suara Soal Isu Akuisisi Kideco

    14-10-2026 - 05.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • IHSG Tergelincir di Bawah Level 6000
    • Misteri Saham yang Diburu Asing Saat IHSG Lesu
    • BUMI Buka Suara Soal Isu Akuisisi Kideco
    • Strategi BPD Kelola Gaji ASN
    • IHSG Tertekan di Tengah Gejolak Global
    • Proyek Emas Aceh Terhenti Total
    • Nasib Lender Pindar Bermasalah
    • Prancis Ambil Alih Tambang Nikel Raksasa RI
    Rabu, 14 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - IHSG Tergelincir di Bawah Level 6000
    Pangan

    IHSG Tergelincir di Bawah Level 6000

    14-10-2026 - 08.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali menunjukkan tren koreksi pada perdagangan Selasa (13/10/2026). Setelah sempat bertahan di zona hijau, indeks mengalami tekanan yang membuatnya harus merosot dan meninggalkan level psikologis penting di angka 6.000.

    Berdasarkan data penutupan pasar, IHSG mencatatkan penurunan tipis sebesar 10,17 poin atau setara dengan 0,17 persen. Indeks akhirnya ditutup pada level 5.925,98. Meskipun penurunan ini tergolong moderat, hilangnya daya tahan indeks di atas angka 6.000 menjadi perhatian bagi para pelaku pasar yang tengah memantau stabilitas tren jangka menengah.

    IHSG Tergelincir di Bawah Level 6000
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Jika menilik komposisi pergerakan saham di lantai bursa, terlihat adanya dinamika yang cukup kontras. Tercatat sebanyak 334 saham berhasil menguat, sementara 290 saham lainnya mengalami pelemahan. Di sisi lain, terdapat 168 saham yang bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga sama sekali. Dari sisi likuiditas, aktivitas perdagangan hari ini tergolong cukup ramai dengan total volume transaksi mencapai 365,11 juta lot. Nilai transaksi yang berputar di pasar pun menyentuh angka fantastis, yakni Rp10,75 triliun.

    Menariknya, di tengah pelemahan indeks, aliran dana investor asing justru menunjukkan arah yang berbeda. Alih-alih melakukan aksi jual besar-besaran secara keseluruhan, investor asing terpantau melakukan aksi beli bersih (net buy) dengan total nilai mencapai Rp561,60 miliar di seluruh pasar.

    Jika dibedah lebih mendalam, aktivitas beli asing ini didominasi oleh transaksi di pasar negosiasi dan pasar tunai yang mencapai Rp555,71 miliar. Sementara itu, di pasar reguler, investor asing hanya melakukan pembelian bersih sebesar Rp5,9 miliar. Hal ini mengindikasikan adanya strategi penempatan dana yang cukup spesifik dari para pemain besar di luar negeri.

    Namun, meskipun secara agregat terjadi net buy, tekanan jual dari investor asing pada beberapa emiten tertentu justru menjadi faktor utama yang menahan laju kenaikan IHSG. Beberapa saham unggulan terpantau masuk dalam daftar antrean jual asing (net foreign sell) yang cukup masif. Fenomena ini menciptakan tekanan jual yang cukup kuat pada saham-saham tertentu, sehingga meskipun banyak saham yang menguat, bobot indeks secara keseluruhan tetap tertekan.

    Para analis menyarankan agar investor tetap waspada terhadap volatilitas pasar dalam beberapa hari ke depan. Fokus pasar saat ini tertuju pada kemampuan indeks untuk kembali menguji level 6.000 serta bagaimana arah aliran dana asing akan bergerak pada sesi perdagangan berikutnya. Penguatan pada sektor-sektor tertentu diharapkan mampu menjadi penopang agar IHSG tidak terperosok lebih dalam ke zona merah.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Misteri Saham yang Diburu Asing Saat IHSG Lesu

    14-10-2026 - 08.02

    BUMI Buka Suara Soal Isu Akuisisi Kideco

    14-10-2026 - 05.06

    Strategi BPD Kelola Gaji ASN

    14-10-2026 - 05.02

    IHSG Tertekan di Tengah Gejolak Global

    14-10-2026 - 02.06

    Proyek Emas Aceh Terhenti Total

    14-10-2026 - 02.02

    Nasib Lender Pindar Bermasalah

    14-10-2026 - 00.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    IHSG Tergelincir di Bawah Level 6000

    agroplus.co.id – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali menunjukkan tren…

    Misteri Saham yang Diburu Asing Saat IHSG Lesu

    14-10-2026 - 08.02

    BUMI Buka Suara Soal Isu Akuisisi Kideco

    14-10-2026 - 05.06

    Strategi BPD Kelola Gaji ASN

    14-10-2026 - 05.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.