Close Menu
    What's Hot

    IHSG Merah Pekat Asing Malah Borong Saham

    09-10-2026 - 08.06

    Pasar Saham Merah Membara Asing Kabur

    09-10-2026 - 08.02

    IHSG Terjun Bebas ke Level 6.083

    09-10-2026 - 05.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • IHSG Merah Pekat Asing Malah Borong Saham
    • Pasar Saham Merah Membara Asing Kabur
    • IHSG Terjun Bebas ke Level 6.083
    • IHSG Merosot Tajam Hari Ini
    • Optimisme Konsumen RI Tetap Terjaga
    • Rupiah Tergelincir ke Level Rp17.890 Per Dolar AS
    • Investor Global Makin Percaya Pasar Modal RI
    • IHSG Terperosok Tajam ke Level 6.031
    Jumat, 9 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - IHSG Merosot Tajam Hari Ini
    Pangan

    IHSG Merosot Tajam Hari Ini

    09-10-2026 - 05.023 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan tren negatif pada perdagangan Kamis (8/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau masih tertahan di zona merah hingga pertengahan sesi II. Berdasarkan data terbaru hingga pukul 13.37 WIB, IHSG berada di level 6.083,68, mengalami pelemahan sebesar 63,04 poin atau merosot sekitar 1,03%.

    Koreksi tajam ini terjadi di tengah volume transaksi yang mencapai 413,83 juta lot dengan nilai transaksi menyentuh angka Rp6.424,65 miliar. Penurunan ini dipicu oleh tekanan hebat di beberapa sektor utama, di mana sektor infrastruktur menjadi penyumbang penurunan terbesar dengan anjlok 2,9%. Tak hanya itu, sektor energi juga ikut terseret turun sebesar 1,6%, disusul oleh sektor material dasar yang melemah 1,4%.

    IHSG Merosot Tajam Hari Ini
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Beberapa saham dengan kapitalisasi besar yang menjadi beban berat bagi pergerakan indeks antara lain adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS). Di sisi lain, upaya penguatan indeks coba ditopang oleh pergerakan saham PT Astra International Tbk. (ASII), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Apollo Global Interactive Tbk. (APOL), PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), dan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO).

    Sentimen pasar global menjadi faktor kunci yang membayangi perdagangan hari ini. Fokus investor tertuju pada arah kebijakan moneter global, terutama setelah rilis risalah Federal Open Market Committee (FOMC) dari Bank Sentral AS (The Fed) yang diterbitkan dini hari tadi. Selain itu, laporan mengenai keyakinan konsumen di Indonesia juga menjadi poin yang dinantikan.

    Kondisi pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh sikap hawkish The Fed, penguatan indeks dolar AS, serta lonjakan imbal hasil (yield) US Treasury. Fenomena ini secara langsung memberikan tekanan pada pasar saham dan nilai tukar rupiah. Selain itu, rilis data klaim pengangguran Amerika Serikat dan risalah Bank Sentral Eropa juga akan menjadi indikator penting bagi investor dalam menilai prospek suku bunga dan aset berisiko ke depan.

    Sebelumnya, imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun sempat melonjak hingga level 5,365%, angka tertinggi sejak April 2002. Meskipun sempat mengalami penurunan tipis setelah lelang obligasi tenor 10 tahun senilai US$40 miliar mendapatkan permintaan kuat, fluktuasi yield ini tetap menjadi ancaman bagi aset di pasar negara berkembang (emerging markets) seperti Indonesia.

    Kondisi ini sejalan dengan tren bursa saham di Asia yang juga bergerak melemah. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,4%, Kospi Korea Selatan melemah 0,35%, dan S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 0,4%. Secara keseluruhan, ketidakpastian ekonomi global dan penyesuaian imbal hasil obligasi AS menjadi tantangan besar bagi pemulihan IHSG dalam waktu dekat.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    IHSG Merah Pekat Asing Malah Borong Saham

    09-10-2026 - 08.06

    Pasar Saham Merah Membara Asing Kabur

    09-10-2026 - 08.02

    IHSG Terjun Bebas ke Level 6.083

    09-10-2026 - 05.06

    Optimisme Konsumen RI Tetap Terjaga

    09-10-2026 - 02.06

    Rupiah Tergelincir ke Level Rp17.890 Per Dolar AS

    09-10-2026 - 02.02

    Investor Global Makin Percaya Pasar Modal RI

    09-10-2026 - 00.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    IHSG Merah Pekat Asing Malah Borong Saham

    agroplus.co.id – Pasar modal Indonesia kembali diguncang sentimen negatif yang cukup signifikan pada penutupan perdagangan…

    Pasar Saham Merah Membara Asing Kabur

    09-10-2026 - 08.02

    IHSG Terjun Bebas ke Level 6.083

    09-10-2026 - 05.06

    IHSG Merosot Tajam Hari Ini

    09-10-2026 - 05.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.