agroplus.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang sangat impresif pada perdagangan Senin (5/10/2026). Setelah sempat mengalami tekanan di awal sesi, bursa saham Indonesia berhasil menutup hari dengan penguatan signifikan sebesar 1,36 persen. Indeks melonjak sebanyak 81,97 poin, sehingga berhasil mendarat di level 6.118,86.
Perjalanan IHSG sepanjang hari ini sebenarnya tidak berjalan mulus tanpa hambatan. Saat pembukaan pasar, indeks berada di level 6.055,16. Memasuki sesi pagi, pasar sempat mengalami fluktuasi yang cukup tajam. Bahkan, menjelang pukul 11.00 WIB, indeks sempat tertekan hingga menyentuh titik terendah harian di level 6.019,84. Namun, momentum pembalikan arah (reversal) terjadi secara perlahan namun pasti.

Memasuki sesi sore, khususnya setelah pukul 15.00 WIB, kepercayaan diri investor kembali meningkat. IHSG bergerak naik secara bertahap hingga menyentuh level tertinggi harian di angka 6.119,22. Kekuatan beli yang masif ini tercermin dari dominasi saham yang menguat, di mana sebanyak 547 saham mencatatkan kenaikan, sementara hanya 164 saham yang berakhir di zona merah. Adapun 252 saham lainnya terpantau stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Aktivitas transaksi di bursa hari ini tergolong sangat ramai. Volume perdagangan mencapai 396,35 juta lot dengan nilai transaksi yang menembus angka Rp9,12 triliun. Lonjakan indeks ini didorong oleh performa gemilang sektor infrastruktur yang melesat 4,2 persen. Selain itu, sektor properti turut menyumbang penguatan sebesar 2,3 persen, diikuti oleh sektor energi yang naik 2 persen.
Beberapa saham "blue chip" menjadi motor utama penggerak indeks, di antaranya adalah PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI). Di sisi lain, terdapat beberapa saham yang justru menjadi beban bagi indeks, seperti PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), PT Capital Financial Indonesia Tbk. (CASA), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), dan PT United Tractors Tbk. (UNTR).
Meski ditutup hijau, investor tetap diminta waspada dalam menghadapi pekan ini (5-9 Oktober 2026). Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, serta situasi di Selat Hormuz, masih menjadi bayang-bayang risiko global. Selain itu, arah harga minyak dunia pasca pertemuan OPEC akan menjadi sorotan karena berkaitan erat dengan inflasi dan kebijakan suku bunga global.
Di dalam negeri, perhatian pasar akan tertuju pada data cadangan devisa, tingkat keyakinan konsumen, serta angka penjualan ritel. Investor juga tengah menanti rilis notulen FOMC dari Amerika Serikat untuk membaca arah kebijakan moneter global ke depan. Kemampuan IHSG untuk mempertahankan tren positif ini akan sangat bergantung pada stabilitas nilai tukar Rupiah dan kondisi sentimen pasar internasional.
