Close Menu
    What's Hot

    IHSG Menguat Asing Borong Saham Ini

    15-10-2026 - 08.06

    IHSG Menguat Namun Asing Jual Masif

    15-10-2026 - 08.02

    IHSG Menguat di Tengah Ketidakpastian Global

    15-10-2026 - 05.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • IHSG Menguat Asing Borong Saham Ini
    • IHSG Menguat Namun Asing Jual Masif
    • IHSG Menguat di Tengah Ketidakpastian Global
    • Strategi HRTA Borong Emas Lewat Private Placement
    • Rahasia Blibli Cetak Pendapatan Fantastis
    • QRIS Segera Merambah Arab Saudi Hingga India
    • Generasi Muda Kuasai Pasar Modal Indonesia
    • Investor Pilih Utang Jangka Pendek
    Kamis, 15 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - IHSG Menguat di Tengah Ketidakpastian Global
    Pangan

    IHSG Menguat di Tengah Ketidakpastian Global

    15-10-2026 - 05.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa positif pada penutupan perdagangan terbaru. Indeks tersebut berhasil menguat 0,39% dan mendarat di level 5.948. Meskipun terdapat 342 saham yang mengalami pelemahan, namun kekuatan 291 saham yang menguat mampu menopang pergerakan pasar.

    Aktivitas perdagangan sepanjang hari berlangsung cukup intens dengan volume transaksi mencapai sekitar 259,48 juta lot. Jika dikonversi ke dalam nilai nominal, total transaksi yang mengalir di pasar modal mencapai angka fantastis, yakni Rp8.054,97 miliar atau setara Rp8,05 triliun.

    IHSG Menguat di Tengah Ketidakpastian Global
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Sektor properti menjadi motor utama penggerak kenaikan IHSG kali ini dengan lonjakan mencapai 2,09%. Selain itu, sektor keuangan turut memberikan kontribusi positif dengan kenaikan 0,7%, disusul oleh sektor konsumer non-kritikal yang tumbuh 0,4%. Beberapa saham yang menjadi pengungkit kenaikan indeks antara lain adalah PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI), dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO). Di sisi lain, terdapat beberapa saham yang menjadi pemberat indeks seperti VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS).

    Sentimen Global yang Menjadi Sorotan

    Meskipun IHSG menunjukkan tren positif, pasar keuangan global masih dibayangi oleh ketidakpastian. Salah satu faktor yang memberikan angin segar bagi pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, adalah melemahnya indeks dolar AS (DXY) dan imbal hasil (yield) US Treasury. Indeks dolar AS turun 0,37% ke level 102,18, sementara yield US Treasury tenor 10 tahun turun menjadi 5,217%. Pelemahan ini dipicu oleh penurunan harga minyak dan meredanya tekanan jual di pasar obligasi, yang berpotensi mendorong aliran modal asing masuk ke pasar domestik.

    Selain itu, perhatian investor tertuju pada laporan terbaru dari Dana Moneter Internasional (IMF). IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global akan tumbuh 3,1% pada tahun 2026, sedikit melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, ada optimisme bahwa ekonomi global akan kembali menguat ke angka 3,4% pada tahun 2027. Meski demikian, IMF memperingatkan risiko inflasi global yang diprediksi naik menjadi 4,7% pada 2026, terutama akibat gejolak harga energi akibat konflik geopolitik.

    Menanti Data Penting dari China dan AS

    Pasar juga tengah menantikan rilis data ekonomi krusial dari China, yakni Indeks Harga Konsumen (IHK) dan neraca perdagangan untuk periode September 2026. Data ini sangat vital bagi Indonesia mengingat posisi China sebagai mitra dagang utama. Jika impor China meningkat, hal ini akan menjadi sinyal positif bagi permintaan ekspor produk Indonesia.

    Terakhir, mata dunia tertuju pada Amerika Serikat yang akan merilis data inflasi September 2026. Data ini akan menjadi kompas bagi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Jika angka inflasi menunjukkan tren kenaikan, pasar mengantisipasi kemungkinan The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga, yang dapat memicu volatilitas di pasar keuangan global.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    IHSG Menguat Asing Borong Saham Ini

    15-10-2026 - 08.06

    IHSG Menguat Namun Asing Jual Masif

    15-10-2026 - 08.02

    Strategi HRTA Borong Emas Lewat Private Placement

    15-10-2026 - 05.02

    Rahasia Blibli Cetak Pendapatan Fantastis

    15-10-2026 - 02.06

    QRIS Segera Merambah Arab Saudi Hingga India

    15-10-2026 - 02.02

    Generasi Muda Kuasai Pasar Modal Indonesia

    15-10-2026 - 00.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    IHSG Menguat Asing Borong Saham Ini

    agroplus.co.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan geliat positif pada perdagangan Rabu (14/10/2026). Setelah sempat mengalami…

    IHSG Menguat Namun Asing Jual Masif

    15-10-2026 - 08.02

    IHSG Menguat di Tengah Ketidakpastian Global

    15-10-2026 - 05.06

    Strategi HRTA Borong Emas Lewat Private Placement

    15-10-2026 - 05.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.