agroplus.co.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan geliat positif pada perdagangan Rabu (14/10/2026). Setelah sempat mengalami tekanan dan melemah di awal pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhasil keluar dari zona merah dan kembali bergerak ke zona hijau. Kenaikan ini memberikan angin segar bagi para pelaku pasar setelah dua hari berturut-turut indeks mengalami koreksi yang cukup terasa.
Dalam penutupan perdagangan tersebut, IHSG tercatat berakhir di level 5.948,83. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 22,85 poin atau tumbuh sekitar 0,39 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Meski telah menunjukkan tren pemulihan, IHSG tampaknya masih harus berjuang keras untuk menembus kembali level psikologis penting di angka 6.000.

Aktivitas transaksi di bursa terpantau cukup ramai dengan volume perdagangan yang mencapai sekitar 313,03 juta lot. Nilai transaksi yang berputar di pasar modal Indonesia juga tergolong fantastis, yakni menembus angka Rp11,26 triliun. Dinamika pergerakan harga saham terlihat cukup variatif; tercatat sebanyak 280 saham mengalami penguatan, sementara 321 saham lainnya bergerak melemah, dan 194 saham lainnya terpantau stagnan atau tidak mengalami perubahan harga yang signifikan.
Namun, di balik penguatan indeks tersebut, terdapat fenomena menarik terkait arus modal keluar. Investor asing terpantau melakukan aksi jual bersih atau net sell dalam jumlah yang cukup besar, yakni mencapai Rp1,13 triliun secara keseluruhan di seluruh pasar. Jika dirinci, penjualan bersih tersebut berasal dari pasar reguler sebesar Rp104,01 miliar, sementara sisanya yang mencapai Rp1,03 triliun terjadi di pasar negosiasi dan pasar tunai.
Meskipun terjadi aliran modal keluar secara masif di level pasar secara umum, pergerakan IHSG tetap mampu bertahan di zona hijau berkat adanya aksi beli yang terfokus pada sejumlah emiten tertentu. Para investor asing terlihat melakukan strategi pemilihan saham yang selektif dengan melakukan aksi beli bersih (net foreign buy) pada beberapa saham unggulan.
Berdasarkan data dari Stockbit, terdapat sepuluh saham yang menjadi primadona dan paling banyak diborong oleh investor asing selama perdagangan hari Rabu tersebut. Kehadiran aliran dana asing pada sepuluh saham ini menjadi motor penggerak utama yang menjaga agar IHSG tidak jatuh lebih dalam di tengah tekanan jual yang terjadi di pasar lainnya.
Para analis menilai bahwa meskipun tekanan jual asing cukup besar, ketahanan IHSG menunjukkan bahwa pasar domestik masih memiliki daya beli yang cukup kuat. Fokus investor kini tertuju pada kemampuan indeks untuk mempertahankan momentum penguatan ini agar dapat segera kembali menembus level 6.000 dalam waktu dekat.
