Close Menu
    What's Hot

    Nasib Dana Pensiun BUMN Kini Jadi Sorotan

    27-09-2026 - 05.02

    Rupiah Terancam Tembus Level Psikologis 18 Ribu

    27-09-2026 - 02.06

    Mengapa Investor Asing Kabur dari Indonesia

    27-09-2026 - 02.02
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Nasib Dana Pensiun BUMN Kini Jadi Sorotan
    • Rupiah Terancam Tembus Level Psikologis 18 Ribu
    • Mengapa Investor Asing Kabur dari Indonesia
    • Aturan Baru Batasan Harga Saham Segera Terbit
    • IHSG Anjlok Drastis Jelang Penutupan Pasar
    • Strategi AI Incar Generasi Sandwich
    • Rencana Impor KRL Jepang dan Nasib INKA
    • KRL Bekas Jepang Segera Masuk Akhir 2026
    Minggu, 27 September 2026
    agroplus
    Home - Pangan - IHSG Anjlok Drastis Jelang Penutupan Pasar
    Pangan

    IHSG Anjlok Drastis Jelang Penutupan Pasar

    27-09-2026 - 00.022 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Pasar modal Indonesia dikejutkan dengan pergerakan negatif yang cukup tajam pada penghujung pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan mengalami pelemahan signifikan hingga meluncur lebih dari 1 persen menjelang penutupan perdagangan sesi kedua pada Jumat (25/9/2026). Kondisi ini membuat para investor di tanah air harus bersikap waspada terhadap volatilitas pasar yang terjadi secara tiba-tiba.

    Berdasarkan data pergerakan pasar, IHSG sebenarnya sempat menunjukkan optimisme di awal perdagangan. Indeks dibuka dengan tren positif di level 6.315,53 dan bahkan sempat menyentuh titik tertinggi di angka 6.328,41 pada sesi pagi. Namun, euforia tersebut tidak bertahan lama. Tekanan jual yang masif mulai mendominasi pasar, menyebabkan indeks merosot tajam hingga menyentuh level terendah di angka 6.235,18 pada pukul 10.00 WIB. Meski sempat terjadi upaya pemulihan atau rebound terbatas, IHSG kembali tertekan dan bergerak fluktuatif di kisaran 6.236,53 saat data terakhir diambil.

    IHSG Anjlok Drastis Jelang Penutupan Pasar
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Aktivitas perdagangan pada hari ini tercatat sangat dinamis. Volume transaksi melonjak cukup signifikan mencapai 21,04 miliar saham, sebuah peningkatan dibandingkan data pada pertengahan sesi sebelumnya. Secara keseluruhan, total lot yang berpindah tangan mencapai 210,44 juta lot dengan nilai transaksi yang menembus angka fantastis, yakni Rp6.709,128 triliun.

    Pelemahan ini tidak lepas dari berbagai sentimen global yang sedang membayangi pasar keuangan dunia. Salah satu pemicu utamanya adalah sinyal dari pejabat Federal Reserve (The Fed) yang mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan. Inflasi di Amerika Serikat yang dinilai masih "membandel" menjadi alasan kuat di balik kebijakan ketat tersebut. Presiden Philadelphia Fed, Anna Paulson, serta Presiden New York Fed, John Williams, memberikan pernyataan yang membuka peluang pengetatan moneter lebih lanjut guna menekan inflasi yang masih berada di atas target 2 persen.

    Dampak dari kebijakan ini terasa langsung pada lonjakan imbal hasil (yield) obligasi Treasury AS. Yield obligasi tenor panjang AS bahkan mencatatkan rekor tertinggi dalam lebih dari 22 tahun terakhir. Lonjakan ini memicu aksi jual obligasi secara global, yang pada akhirnya meningkatkan biaya pinjaman di seluruh dunia. Kondisi ini menciptakan tekanan tambahan bagi ekonomi global, termasuk risiko terhadap daya beli masyarakat akibat kenaikan suku bunga pinjaman.

    Di sisi lain, investor domestik juga tengah memantau sejumlah faktor krusial di dalam negeri, mulai dari pertumbuhan uang beredar, langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah, hingga pembahasan postur APBN 2027. Sementara itu, di kawasan Asia-Pasifik, pergerakan bursa terpantau bervariasi. Indeks Nikkei 225 Jepang menunjukkan penguatan tipis, namun bursa Australia justru mengalami koreksi, mencerminkan ketidakpastian pasar yang tengah melanda dunia.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Nasib Dana Pensiun BUMN Kini Jadi Sorotan

    27-09-2026 - 05.02

    Rupiah Terancam Tembus Level Psikologis 18 Ribu

    27-09-2026 - 02.06

    Mengapa Investor Asing Kabur dari Indonesia

    27-09-2026 - 02.02

    Aturan Baru Batasan Harga Saham Segera Terbit

    27-09-2026 - 00.06

    Strategi AI Incar Generasi Sandwich

    26-09-2026 - 23.06

    Rencana Impor KRL Jepang dan Nasib INKA

    26-09-2026 - 23.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Nasib Dana Pensiun BUMN Kini Jadi Sorotan

    agroplus.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan catatan penting terkait kondisi kesehatan finansial dana pensiun…

    Rupiah Terancam Tembus Level Psikologis 18 Ribu

    27-09-2026 - 02.06

    Mengapa Investor Asing Kabur dari Indonesia

    27-09-2026 - 02.02

    Aturan Baru Batasan Harga Saham Segera Terbit

    27-09-2026 - 00.06
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.