Close Menu
    What's Hot

    Harga Minyak dan Batubara Melonjak Tinggi

    27-09-2026 - 05.06

    Nasib Dana Pensiun BUMN Kini Jadi Sorotan

    27-09-2026 - 05.02

    Rupiah Terancam Tembus Level Psikologis 18 Ribu

    27-09-2026 - 02.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Harga Minyak dan Batubara Melonjak Tinggi
    • Nasib Dana Pensiun BUMN Kini Jadi Sorotan
    • Rupiah Terancam Tembus Level Psikologis 18 Ribu
    • Mengapa Investor Asing Kabur dari Indonesia
    • Aturan Baru Batasan Harga Saham Segera Terbit
    • IHSG Anjlok Drastis Jelang Penutupan Pasar
    • Strategi AI Incar Generasi Sandwich
    • Rencana Impor KRL Jepang dan Nasib INKA
    Minggu, 27 September 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Harga Minyak dan Batubara Melonjak Tinggi
    Pangan

    Harga Minyak dan Batubara Melonjak Tinggi

    27-09-2026 - 05.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Kondisi pasar keuangan global tengah mengalami dinamika yang cukup signifikan pada perdagangan Jumat (25/09/2026). Ketegangan geopolitik yang terus membayangi kawasan Timur Tengah menjadi faktor utama yang memicu volatilitas di pasar komoditas energi dunia. Situasi ini tidak hanya berdampak pada harga energi, tetapi juga memberikan tekanan langsung terhadap pasar modal di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

    Di pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang kurang memuaskan pada perdagangan sesi pertama. Indeks bergerak di zona merah dan mengalami penurunan hingga menyentuh level 6.273. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, di mana mata uang Garuda terdepresiasi ke level Rp 17.925 per Dolar AS. Tekanan ganda dari pasar saham dan nilai tukar ini mencerminkan adanya sentimen negatif yang sedang mendominasi psikologi investor global.

    Harga Minyak dan Batubara Melonjak Tinggi
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Sementara itu, di sektor komoditas, harga minyak mentah dunia menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Harga minyak jenis Brent tercatat masih bertahan di level tinggi. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak mentah dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Ketidakpastian mengenai kelancaran distribusi minyak dari wilayah konflik membuat para pelaku pasar cenderung mengambil posisi aman dengan tetap menjaga permintaan energi tetap tinggi, yang pada akhirnya mendorong harga tetap stabil di zona atas.

    Tak hanya minyak mentah, sektor batu bara juga mengalami tren penguatan yang cukup mencolok. Permintaan batu bara global dilaporkan kembali mengalami kenaikan, yang secara otomatis mendorong harga komoditas hitam ini melonjak tajam. Saat ini, harga batu bara dilaporkan mulai mendekati level tertingginya dalam tiga bulan terakhir. Kenaikan permintaan ini diduga kuat dipicu oleh kebutuhan energi untuk sektor industri dan pembangkit listrik di berbagai negara yang masih terus meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

    Para analis menilai bahwa kombinasi antara ketegangan geopolitik dan dinamika permintaan energi menjadi motor utama penggerak pasar saat ini. Ketidakpastian di Timur Tengah menciptakan risiko pasokan yang nyata, yang secara otomatis memberikan premi risiko pada harga komoditas energi seperti minyak dan batu bara.

    Bagi para investor, situasi ini menuntut kewaspadaan ekstra. Pergerakan IHSG yang merosot dan pelemahan Rupiah menunjukkan bahwa aliran modal masih cenderung keluar dari pasar negara berkembang menuju aset yang dianggap lebih aman (safe haven). Oleh karena itu, memantau perkembangan situasi di Timur Tengah serta tren permintaan energi global menjadi kunci utama dalam mengambil keputusan investasi di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian ini.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Nasib Dana Pensiun BUMN Kini Jadi Sorotan

    27-09-2026 - 05.02

    Rupiah Terancam Tembus Level Psikologis 18 Ribu

    27-09-2026 - 02.06

    Mengapa Investor Asing Kabur dari Indonesia

    27-09-2026 - 02.02

    Aturan Baru Batasan Harga Saham Segera Terbit

    27-09-2026 - 00.06

    IHSG Anjlok Drastis Jelang Penutupan Pasar

    27-09-2026 - 00.02

    Strategi AI Incar Generasi Sandwich

    26-09-2026 - 23.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Harga Minyak dan Batubara Melonjak Tinggi

    agroplus.co.id – Kondisi pasar keuangan global tengah mengalami dinamika yang cukup signifikan pada perdagangan Jumat…

    Nasib Dana Pensiun BUMN Kini Jadi Sorotan

    27-09-2026 - 05.02

    Rupiah Terancam Tembus Level Psikologis 18 Ribu

    27-09-2026 - 02.06

    Mengapa Investor Asing Kabur dari Indonesia

    27-09-2026 - 02.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.