agroplus.co.id – Dunia korporasi tanah air dikejutkan dengan kabar hengkangnya dua petinggi utama dari PT Link Net Tbk (LINK). Perusahaan penyedia layanan internet dan multimedia terkemuka ini secara resmi mengumumkan pengunduran diri Presiden Komisaris Vivek Sood dan Direktur Yosafat Marhasak Hutagalung secara hampir bersamaan.
Langkah mendadak ini memicu berbagai spekulasi di kalangan pelaku pasar, mengingat kedua sosok tersebut memegang peran krusial dalam struktur kepemimpinan perusahaan. Melalui keterbukaan informasi yang disampaikan kepada otoritas terkait, manajemen Link Net mengonfirmasi bahwa proses pengunduran diri ini telah diterima secara resmi oleh pihak perseroan.

Sekretaris Perusahaan Link Net, Rininta Agustina Widya Pratika, menjelaskan bahwa surat pengunduran diri Vivek Sood selaku Presiden Komisaris telah diterima pada 1 Oktober 2026 tepat pada pukul 12.01 WIB. Hanya berselang satu menit setelahnya, yakni pada pukul 12.02 WIB, perusahaan juga menerima surat pengunduran diri dari Yosafat Marhasak Hutagalung yang menjabat sebagai Direktur.
Meskipun pengunduran diri ini terjadi dalam waktu yang sangat berdekatan, manajemen menyatakan bahwa pihaknya akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku. Perseroan berencana untuk mengajukan permohonan persetujuan atas pengunduran diri kedua petinggi tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terdekat. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa transisi kepemimpinan berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
Menanggapi kekhawatiran para investor dan pemangku kepentingan, pihak manajemen Link Net memberikan klarifikasi tegas. Mereka menjamin bahwa mundurnya Vivek Sood dan Yosafat Marhasak Hutagalung tidak akan memberikan dampak negatif terhadap jalannya operasional perusahaan. Selain itu, manajemen memastikan bahwa aspek hukum, kondisi stabilitas keuangan, hingga keberlangsungan usaha Link Net tetap berada dalam kondisi yang aman dan terkendali.
Hingga saat ini, pasar masih menunggu langkah strategis selanjutnya dari Link Net, terutama mengenai siapa sosok yang akan mengisi kekosongan jabatan di level dewan komisaris dan direksi tersebut. Belum ada pengumuman resmi mengenai calon pengganti yang akan menakhodai perusahaan dalam periode mendatang.
Sebagai informasi tambahan, PT Link Net Tbk merupakan pemain besar dalam industri telekomunikasi di Indonesia. Perusahaan ini memiliki fokus utama pada penyelenggaraan jaringan tetap berbasis kabel, penyediaan jasa multimedia, serta layanan akses internet dan telepon bagi pelanggan ritel maupun korporasi. Perubahan struktur manajemen di level atas ini tentu menjadi perhatian serius bagi para analis untuk melihat bagaimana arah kebijakan strategis perusahaan di masa depan.
