agroplus.co.id – Dunia perbankan digital tanah air dikejutkan dengan kabar terbaru dari PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB). Pucuk pimpinan tertinggi perusahaan, Eri Budiono, secara resmi telah mengajukan permohonan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama. Langkah strategis ini menjadi sorotan tajam para pelaku pasar modal dan pengamat industri keuangan mengingat peran krusialnya dalam mengawal pertumbuhan bank digital tersebut.
Berdasarkan informasi keterbukaan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), pihak manajemen Bank Neo Commerce telah menerima surat pengunduran diri tersebut pada tanggal 2 Oktober 2026. Kabar ini bukan merupakan hal baru bagi otoritas pengawas, mengingat rencana pengunduran diri Eri telah tercatat dalam administrasi pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat resmi tertanggal 28 September 2026.

Dalam pernyataan resminya pada Senin (5/10/2026), manajemen BBYB mengonfirmasi bahwa proses administrasi pengunduran diri ini sedang berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Namun, keputusan final mengenai pergantian kepemimpinan ini nantinya tidak bisa diputuskan secara sepihak oleh manajemen. Sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik, pengunduran diri Eri Budiono masih memerlukan restu dan persetujuan dari para pemegang saham melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Menanggapi kekhawatiran pasar terkait stabilitas perusahaan, pihak manajemen Bank Neo Commerce memberikan jaminan kepada para investor dan nasabah. Mereka menegaskan bahwa transisi kepemimpinan ini dipastikan tidak akan memberikan dampak material terhadap operasional harian maupun kondisi kesehatan keuangan perseroan. Fokus perusahaan dalam menjalankan layanan perbankan digital tetap menjadi prioritas utama tanpa adanya gangguan layanan.
Eri Budiono sendiri dikenal sebagai sosok yang memiliki rekam jejak mentereng di industri keuangan global. Pria kelahiran Malang tahun 1968 ini merupakan lulusan Monash University, Australia, dengan gelar Sarjana Bisnis Perbankan dan Keuangan. Kariernya di dunia perbankan dimulai sejak tahun 1993 di ABN Amro Bank Indonesia, sebelum akhirnya menduduki berbagai posisi strategis di institusi internasional seperti HSBC, Rabobank, hingga Maybank.
Sejak diangkat menjadi Direktur Utama pada April 2024 melalui RUPS Luar Biasa, Eri telah membawa warna tersendiri bagi Bank Neo Commerce. Pengalaman luasnya sebagai direktur di berbagai lembaga investasi dan perbankan global diharapkan dapat menjadi standar baru bagi calon penggantinya kelak. Kini, publik menanti siapa sosok yang akan dipilih oleh para pemegang saham untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di salah satu bank digital paling populer di Indonesia ini.
