Close Menu
    What's Hot

    Dominasi BRI di Industri Keuangan

    23-09-2026 - 10.06

    China Borong Emas dalam Jumlah Fantastis

    23-09-2026 - 10.03

    Strategi Baru Jasa Marga Perkuat Modal

    23-09-2026 - 08.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Dominasi BRI di Industri Keuangan
    • China Borong Emas dalam Jumlah Fantastis
    • Strategi Baru Jasa Marga Perkuat Modal
    • IHSG Anjlok Sendirian di Tengah Bursa Asia
    • Strategi Baru Asuransi Sasar Mahasiswa
    • Utang Raksasa BLBI Akhirnya Lunas Tuntas
    • Rupiah Tertekan Dolar AS Menjelang Keputusan BI
    • Ribuan Balpres Ilegal Mengancam Pasar RI
    Rabu, 23 September 2026
    agroplus
    Home - Pangan - China Borong Emas dalam Jumlah Fantastis
    Pangan

    China Borong Emas dalam Jumlah Fantastis

    23-09-2026 - 10.032 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Ekonomi terbesar kedua di dunia, China, tengah mencatatkan sejarah baru dalam pasar logam mulia global. Sepanjang delapan bulan pertama tahun 2026, negara tirai bambu ini dilaporkan telah melakukan impor emas dalam volume yang sangat masif, yakni menembus angka lebih dari 1.000 ton. Lonjakan drastis ini menandakan adanya pergeseran besar dalam strategi pengelolaan kekayaan, baik di tingkat otoritas negara maupun investor ritel domestik.

    Berdasarkan data yang dihimpun, China telah menggelontorkan dana fantastis mencapai US$158,8 miliar untuk mendatangkan emas dari pasar internasional selama periode Januari hingga Agustus 2026. Jika dikonversikan dengan kurs indikatif Rp17.700 per dolar AS, nilai belanja tersebut mencapai angka yang mencengangkan, yakni sekitar Rp2.811 triliun. Pencapaian ini secara otomatis melampaui total belanja emas China sepanjang tahun 2025 yang hanya berada di angka US$96,5 miliar atau sekitar Rp1.707 triliun.

    China Borong Emas dalam Jumlah Fantastis
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Fenomena ini menjadi sangat menarik mengingat tahun sebelumnya China sempat menahan laju impor akibat harga emas yang sempat melambung tinggi. Namun, ketidakpastian geopolitik global dan kondisi ekonomi domestik yang menantang memaksa para pemegang modal untuk mencari "pelabuhan aman". Emas kini dianggap sebagai instrumen paling andal untuk memitigasi risiko di tengah situasi dunia yang kian tidak menentu.

    Salah satu faktor pendorong utama adalah strategi diversifikasi aset yang agresif. Terlihat adanya tren penurunan kepemilikan China terhadap surat utang pemerintah Amerika Serikat (US Treasuries), yang pada Juli lalu menyentuh level terendah sejak krisis finansial 2008. Hal ini mengindikasikan bahwa China sedang melakukan penataan ulang portofolio cadangan devisanya secara besar-besaran.

    Kondisi ekonomi dalam negeri China juga turut memainkan peran penting. Sejak krisis sektor properti melanda pada tahun 2021, pilihan investasi yang aman di China menjadi sangat terbatas. Pasar saham domestik yang masih berjuang untuk pulih, ditambah dengan imbal hasil obligasi pemerintah yang mendekati rekor terendah, membuat investor beralih ke emas. Logam mulia ini dipandang sebagai aset yang minim risiko rekanan (counterparty risk) dibandingkan instrumen keuangan lainnya.

    Para ahli menilai bahwa fenomena ini bukanlah sekadar tren perdagangan jangka pendek. Ini adalah bagian dari transformasi jangka panjang dalam pengelolaan aset rumah tangga dan otoritas moneter. Skala pembelian yang begitu besar dari China kini telah menjadi salah satu mesin utama yang menggerakkan harga emas di pasar global. Dengan volume impor yang terus meroket, dominasi China dalam menentukan arah harga logam mulia dunia tampaknya akan semakin kuat di masa depan.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Dominasi BRI di Industri Keuangan

    23-09-2026 - 10.06

    Strategi Baru Jasa Marga Perkuat Modal

    23-09-2026 - 08.06

    IHSG Anjlok Sendirian di Tengah Bursa Asia

    23-09-2026 - 08.02

    Strategi Baru Asuransi Sasar Mahasiswa

    23-09-2026 - 05.06

    Utang Raksasa BLBI Akhirnya Lunas Tuntas

    23-09-2026 - 05.02

    Rupiah Tertekan Dolar AS Menjelang Keputusan BI

    23-09-2026 - 02.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Dominasi BRI di Industri Keuangan

    agroplus.co.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mengukuhkan posisinya sebagai raksasa…

    China Borong Emas dalam Jumlah Fantastis

    23-09-2026 - 10.03

    Strategi Baru Jasa Marga Perkuat Modal

    23-09-2026 - 08.06

    IHSG Anjlok Sendirian di Tengah Bursa Asia

    23-09-2026 - 08.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.