Agroplus – Dunia perpolitikan Inggris baru-baru ini diguncang oleh kabar fantastis dari seorang tokoh di balik layar industri kripto. Ben Delo, salah satu pendiri platform perdagangan kripto raksasa BitMEX, secara mengejutkan menjanjikan donasi sebesar 36 juta poundsterling, atau setara dengan Rp858,6 miliar, kepada partai populis Reform UK. Janji donasi yang diumumkan pada Jumat (11/9/2026) ini bukan sekadar angka biasa, melainkan sebuah rekor baru dalam sejarah sumbangan politik di Inggris.
Sosok Ben Delo sendiri bukanlah nama asing. Ia dikenal sebagai salah satu otak di balik kesuksesan BitMEX, meskipun rekam jejaknya juga mencakup hukuman di Amerika Serikat atas pelanggaran Undang-Undang Kerahasiaan Bank, yang kemudian mendapat pengampunan dari Presiden Donald Trump. Mengutip laporan Reuters, dalam pernyataannya, Delo menegaskan bahwa kucuran dana jumbo ini bertujuan untuk memastikan Reform UK memiliki "pertarungan yang adil" melawan dua kekuatan politik utama Inggris, yakni Partai Buruh yang berkuasa dan Partai Konservatif sebagai oposisi.

Reform UK, yang dinakhodai oleh veteran kampanye Brexit, Nigel Farage, memang sempat mencuri perhatian dengan keunggulan signifikan dalam jajak pendapat selama lebih dari setahun. Namun, dukungan mereka mulai goyah setelah serangkaian tuduhan terkait sumbangan politik, termasuk dugaan pelanggaran hukum pemilu oleh dua ajudan senior Farage yang kemudian diskors. Farage sendiri menyambut hangat donasi dari Delo, menyatakan rasa terhormat dan rendah hati atas kepercayaan besar yang ditunjukkan. "Ben tahu bahwa kami adalah satu-satunya partai yang dapat membalikkan keadaan negara dan membalikkan kemunduran Inggris," ujar Farage.
Donasi teranyar dari Delo ini bukan kali pertama ia menyokong Reform UK. Sebelumnya, ia telah menyumbang 8 juta poundsterling atau sekitar Rp190,8 miliar. Namun, angka 36 juta poundsterling ini benar-benar memecahkan rekor sumbangan politik Inggris yang sebelumnya dipegang oleh pengusaha John Sainsbury dengan 10 juta poundsterling (sekitar Rp238,5 miliar) kepada Partai Konservatif pada tahun 2022. Dengan Pemilu Inggris yang dijadwalkan pada pertengahan 2029, suntikan dana ini diharapkan dapat menjadi amunisi penting bagi Reform UK untuk mempersiapkan diri.
Melalui tulisan opininya di surat kabar Telegraph, Delo menjelaskan bahwa Reform UK membutuhkan lebih banyak waktu untuk fokus pada persiapan pemerintahan daripada terus-menerus menggalang dana. "Reform UK membuat rencana serius untuk pemerintahan, yang mana lebih dari apa yang dilakukan Partai Buruh sebelum mereka menang pada 2024. Butuh waktu untuk mengembangkan kebijakan yang matang dan menyusun undang-undang, serta butuh uang sungguhan," paparnya. Ia juga menambahkan bahwa dirinya memahami betul bagaimana rasanya menjadi perusahaan rintisan yang berada di bawah pengawasan ketat, sehingga ia ingin mendukung penuh partai yang diyakininya mampu memenangkan pemilu dan memimpin Inggris. "Saat ini butuh muka tebal untuk mendukung Reform UK secara finansial," pungkasnya, menyoroti stigma yang mungkin dihadapi para donatur.
Donasi fantastis dari Ben Delo ini tak hanya mengubah lanskap finansial Reform UK, tetapi juga mengirimkan gelombang kejut ke seluruh spektrum politik Inggris. Dengan dukungan finansial yang belum pernah terjadi sebelumnya, Reform UK kini memiliki kesempatan untuk lebih serius mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029, sekaligus menantang dominasi partai-partai mapan dengan strategi dan kebijakan yang lebih matang. Hal ini membuktikan bahwa di era modern, bahkan dari dunia kripto sekalipun, kekuatan finansial dapat menjadi penentu signifikan dalam arena politik.
