agroplus.co.id – Pergerakan harga saham PT Astra International Tbk (ASII) di lantai bursa belakangan ini menarik perhatian para investor. Di tengah fluktuasi pasar, dua sosok kunci di balik raksasa otomotif dan konglomerasi Indonesia ini justru menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi dengan melakukan aksi borong saham perusahaan mereka sendiri.
Berdasarkan data keterbukaan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Rudy, tercatat melakukan akumulasi saham dalam jumlah yang cukup signifikan. Aksi belanja saham ini dilakukan dalam dua tahap transaksi yang terjadi pada rentang waktu 21 hingga 22 September 2026.

Dalam catatan transaksi tersebut, Rudy melakukan pembelian pertama sebanyak 2,2 juta lembar saham dengan harga Rp4.820 per lembar, yang setara dengan nilai Rp10,6 miliar. Tidak berhenti di situ, ia melanjutkan aksi agresifnya pada pembelian kedua dengan menyerap 2,2 juta lembar saham lainnya di harga Rp4.790 per lembar, dengan total nilai mencapai Rp10,53 miliar.
Secara keseluruhan, Rudy telah menggelontorkan dana taktis sebesar Rp21,13 miliar untuk memperkuat posisinya di perusahaan. Pasca transaksi ini, jumlah kepemilikan saham Rudy melonjak drastis dari yang sebelumnya hanya 1,2 juta saham (0,003 persen) menjadi 5,6 juta saham, atau setara dengan porsi kepemilikan sebesar 0,0138 persen.
Menariknya, Rudy tidak sendirian dalam aksi "belanja" ini. Prijono Sugiarto, yang menjabat sebagai Komisaris perseroan, juga turut menambah koleksi sahamnya. Prijono tercatat membeli sebanyak 8.700 lembar saham pada harga pelaksanaan Rp4.850 per lembar. Meski jumlahnya tidak sebesar sang Presiden Direktur, langkah ini menunjukkan sinyal positif dari jajaran manajemen puncak.
Melalui pembelian tersebut, total kepemilikan saham Prijono kini mencapai 5,59 juta lembar, atau sekitar 0,0138 persen dari total saham beredar. Transaksi ini merupakan bentuk investasi jangka panjang dari kedua petinggi Astra tersebut di tengah dinamika ekonomi yang menantang.
Aksi beli dari orang dalam (insider buying) ini menjadi sinyal menarik bagi pelaku pasar, mengingat transaksi dilakukan saat harga saham ASII sedang berada di level Rp4.800-an. Hal ini sering kali dianggap oleh para analis sebagai indikasi bahwa manajemen percaya pada fundamental perusahaan dan prospek pertumbuhan di masa depan.
Namun, jika melihat pergerakan pasar secara harian, saham Astra justru sedang mengalami tekanan. Pada perdagangan terakhir, saham ASII tercatat melemah 0,63 persen atau turun 30 poin ke level Rp4.750. Meskipun harga pasar sedang terkoreksi, langkah para petinggi Astra untuk menambah kepemilikan di harga tersebut memberikan perspektif optimisme tersendiri bagi para pemegang saham ritel.
