Close Menu
    What's Hot

    Aturan Baru Pantau Saham Blue Chip

    12-10-2026 - 08.06

    Dana Triliunan Mengalir ke Sektor Perumahan

    12-10-2026 - 08.02

    IHSG Melaju Hijau di Tengah Gejolak Global

    12-10-2026 - 05.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Aturan Baru Pantau Saham Blue Chip
    • Dana Triliunan Mengalir ke Sektor Perumahan
    • IHSG Melaju Hijau di Tengah Gejolak Global
    • Strategi Baru BIKE Kuasai Tambang Berau
    • Misteri Aliran Dana Asing di Bursa Efek
    • Investor Asing Borong Bisnis Investasi RI
    • Strategi Baru MKNT Ubah Arah Bisnis
    • Strategi Baru Mandiri Kuasai Pasar Emas
    Selasa, 13 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - 93% Bos AS Tolak Trump: Bahaya AI Bukan Hoaks!
    Pangan

    93% Bos AS Tolak Trump: Bahaya AI Bukan Hoaks!

    17-09-2026 - 20.023 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    Agroplus – Sebagian besar pemimpin perusahaan terkemuka di Amerika Serikat (AS) secara tegas menolak pandangan Presiden Donald Trump yang menyebut ancaman kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terhadap umat manusia sebagai hoaks. Sebuah pertemuan tertutup yang diselenggarakan oleh Yale School of Management di Washington baru-baru ini mengungkap sentimen mengejutkan ini, di mana 93% eksekutif yang hadir menyatakan Trump keliru dalam penilaiannya.

    Profesor manajemen Yale dan penyelenggara forum, Jeffrey Sonnenfeld, mengaku terkejut dengan hasil jajak pendapat singkat tersebut. "Sentimennya adalah: (ancaman) ini nyata," ujar Sonnenfeld, mengutip The Wall Street Journal (WSJ). Para eksekutif, baik dalam diskusi formal maupun informal, menyuarakan keinginan kuat agar pembahasan mengenai strategi mitigasi dampak buruk AI diperbanyak dan diperdalam. Ini menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap potensi bahaya katastrofik AI bukanlah isapan jempol bagi mereka.

    93% Bos AS Tolak Trump: Bahaya AI Bukan Hoaks!
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Pertemuan ini menjadi panggung penting bagi para pemimpin bisnis untuk bertukar pandangan menjelang jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih antara Presiden AS dan Presiden China Xi Jinping. Persaingan global dalam pengembangan AI tercanggih diperkirakan menjadi salah satu topik sentral dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut. Dalam jajak pendapat yang sama, mayoritas, yakni 88% eksekutif, berpendapat bahwa Trump perlu mengangkat isu kerja sama dengan China dalam menyusun pedoman keamanan AI. Namun, optimisme mereka rendah, dengan sekitar tiga perempat responden meragukan Trump akan mendorong pembentukan batasan bersama tersebut.

    Selama ini, Trump secara konsisten menolak desakan untuk pengetatan regulasi AI di tingkat federal. Ia berargumen bahwa aturan semacam itu justru akan membebani industri secara finansial dan secara tidak langsung memberikan keunggulan kompetitif bagi China. Pandangan ini kontras dengan sikap para petinggi perusahaan AI terbesar, seperti Anthropic dan OpenAI, yang justru pada akhir pekan lalu menyerukan perlunya memperlambat pengembangan AI tingkat lanjut demi memastikan aspek keamanannya.

    Peserta forum tersebut didominasi oleh eksekutif dari berbagai sektor industri dan wilayah di luar Silicon Valley, mencerminkan kekhawatiran yang meluas. Di antara mereka adalah CEO produsen perkakas Snap-on, Motorola Solutions, serta produsen kaca Corning. Kehadiran tokoh-tokoh dari kubu Partai Republik maupun Demokrat, termasuk mantan Wakil Presiden Mike Pence dan mantan Ketua DPR AS Nancy Pelosi, menunjukkan spektrum pandangan yang luas. Laporan WSJ mengindikasikan bahwa banyak eksekutif enggan menyuarakan kekhawatiran mereka secara terbuka karena khawatir berseberangan dengan pemerintahan Trump. Oleh karena itu, jajak pendapat anonim menjadi metode efektif untuk menyampaikan keprihatinan kolektif mereka.

    Salah satu eksekutif yang bersedia berbicara secara terbuka adalah Chris Layden, CEO perusahaan penyedia tenaga kerja Kelly. Ia menegaskan bahwa potensi bahaya AI dan risiko kalah bersaing dengan China adalah dua isu krusial yang harus ditangani secara bersamaan. Layden juga mendesak pemerintah dan dunia usaha untuk lebih serius memperhatikan dampak teknologi ini terhadap lapangan kerja dan kesejahteraan pekerja AS. Menurutnya, AS telah lama membutuhkan strategi kesiapan tenaga kerja yang komprehensif dalam menghadapi era AI, sebuah strategi yang juga harus mampu membangun kepercayaan pekerja terhadap teknologi yang berpotensi meningkatkan produktivitas dan efisiensi mereka.

    Dengan demikian, pandangan para pemimpin bisnis AS ini menggarisbawahi keseriusan ancaman AI yang jauh dari sekadar hoaks, menuntut perhatian serius dari pembuat kebijakan dan masyarakat luas. Sementara itu, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan komentar dari WSJ.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Aturan Baru Pantau Saham Blue Chip

    12-10-2026 - 08.06

    Dana Triliunan Mengalir ke Sektor Perumahan

    12-10-2026 - 08.02

    IHSG Melaju Hijau di Tengah Gejolak Global

    12-10-2026 - 05.06

    Strategi Baru BIKE Kuasai Tambang Berau

    12-10-2026 - 05.02

    Misteri Aliran Dana Asing di Bursa Efek

    12-10-2026 - 02.06

    Investor Asing Borong Bisnis Investasi RI

    12-10-2026 - 02.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Aturan Baru Pantau Saham Blue Chip

    agroplus.co.id – Pasar modal Indonesia kini memasuki babak baru dalam upaya memperkuat transparansi dan perlindungan…

    Dana Triliunan Mengalir ke Sektor Perumahan

    12-10-2026 - 08.02

    IHSG Melaju Hijau di Tengah Gejolak Global

    12-10-2026 - 05.06

    Strategi Baru BIKE Kuasai Tambang Berau

    12-10-2026 - 05.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.