Rahasia Kekuatan Ekonomi RI Terkuak: 153 Ton Emas dalam Setahun?
Agroplus – Sebuah kabar menggembirakan datang dari Istana Negara, Jakarta. Presiden Prabowo Subianto dengan bangga mengumumkan capaian luar biasa dari bank emas nasional, atau yang dikenal sebagai bullion bank. Hanya dalam waktu satu tahun sejak didirikan, lembaga ini berhasil mengelola emas sebanyak 153 ton, sebuah volume yang menembus angka fantastis US$20 miliar.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, baru-baru ini. Ia menempatkan pendirian bank emas ini sebagai salah satu tonggak sejarah penting bagi bangsa Indonesia. Menurutnya, ini adalah kali pertama Indonesia memiliki lembaga pengelola emas dengan skala sebesar ini, menandai era baru dalam pengelolaan aset negara yang strategis.
Dengan nada optimis, Prabowo menegaskan bahwa keberadaan bank emas ini merupakan bukti nyata kemajuan ekonomi Indonesia. "Yang pertama kali dalam sejarah Indonesia punya bank emas, yang dikelola sekarang sudah 153 ton emas," ujarnya. Angka tersebut, setelah dikonfirmasi langsung kepada CEO Danantara yang juga Menteri Investasi, Rosan Roeslani, telah mencapai nilai setara US$20 miliar. Sebuah pencapaian yang patut dibanggakan dalam kurun waktu yang relatif singkat.
Prabowo tak ragu menyebut capaian ini sebagai prestasi berskala dunia. Ia meyakini bahwa angka tersebut mencerminkan kekuatan ekonomi Indonesia yang kini semakin diperhitungkan di kancah global. "Ini juga kekuatan ekonomi yang dilihat dunia," kata Prabowo, seraya menambahkan keyakinannya bahwa nilai kelolaan ini akan terus meningkat di masa depan. Bahkan, ia menantang negara lain untuk membandingkan, menegaskan bahwa Indonesia, tanpa banyak publikasi, telah mencetak rekor global. "Kita ternyata diam-diam telah mencapai prestasi skala dunia. Bisa dicek, bank emas mana yang mengelola 153 ton emas dalam satu tahun," tantangnya.
Pencapaian bank emas ini merupakan bagian dari serangkaian upaya dan keberhasilan pemerintahan yang telah berjalan selama 20 bulan. Dalam buku yang dibagikan kepada peserta sidang, tercatat 108 masalah kronis bangsa yang sedang dan terus diupayakan penyelesaiannya melalui berbagai kebijakan pemerintah. Layanan bank emas nasional sendiri secara resmi diresmikan oleh Prabowo pada 26 Februari 2025, dan dioperasikan melalui sinergi antara PT Pegadaian (Persero) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), dua pilar penting dalam sistem keuangan syariah di Indonesia.
Fungsi bank emas ini sangat vital, mencakup layanan deposito emas, pembiayaan berbasis emas, penitipan aset berharga, hingga memfasilitasi perdagangan emas. Ini semua merupakan bagian integral dari strategi pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik dan pada akhirnya, memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak global. Dengan fondasi yang kuat dan capaian yang mengesankan ini, optimisme terhadap pertumbuhan nilai kelolaan bank emas di tahun-tahun mendatang menjadi semakin besar, menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain penting di pasar emas dunia.
