Close Menu
    What's Hot

    BRI Kokoh Jadi Merek Paling Berharga di RI

    11-10-2026 - 20.06

    Ameriza Pimpin BI Sumatera Utara

    11-10-2026 - 20.02

    Misteri Rupiah dan Gejolak Politik RI

    11-10-2026 - 18.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • BRI Kokoh Jadi Merek Paling Berharga di RI
    • Ameriza Pimpin BI Sumatera Utara
    • Misteri Rupiah dan Gejolak Politik RI
    • Cara Cairkan Saldo JHT Tanpa Resign
    • Strategi Unik BI Tarik Modal Asing
    • Kasus hukum yang menyeret keluarga konglomerat sawit Indonesia kembali memanas di Singapura. Kali ini, perhatian tertuju pada penyitaan dana fantastis senilai Rp1,9 triliun milik Bill Darmadi, putra dari Surya Darmadi, bos besar di balik Duta Palma Group dan Darmex Agro Group.
    • Sektor Saham Paling Cuan Saat Ini
    • Aturan Baru IPO Makin Ketat
    Minggu, 11 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan -
    Pangan

    30-06-2026 - 05.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    Proyek Hilirisasi BUMN: Danantara Ajak KPK Kawal!

    Agroplus – Dalam sebuah langkah proaktif yang menandai komitmen terhadap tata kelola yang baik, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, baru-baru ini menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Kedatangan Dony bertujuan untuk secara resmi meminta pendampingan dan pengawasan sejak dini dari lembaga antirasuah tersebut terhadap seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terlibat dalam proyek hilirisasi strategis nasional.

    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    "Ini adalah harapan besar masyarakat Indonesia," tegas Dony, menjelaskan urgensi di balik permintaan pendampingan tersebut. Ia menambahkan bahwa setiap kelompok kerja dan tim yang terlibat dalam inisiatif hilirisasi ini akan menerima pelatihan komprehensif serta edukasi pencegahan korupsi langsung dari kedeputian KPK. Langkah ini diharapkan dapat menanamkan budaya integritas sejak tahap perencanaan hingga implementasi.

    Dony menekankan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk mitigasi risiko yang fundamental guna memastikan kelancaran dan keberhasilan proyek. "Kami tidak ingin investasi besar yang telah digelontorkan dalam proyek hilirisasi ini pada akhirnya tidak menghasilkan capaian yang maksimal," ujarnya. Menurutnya, pemantauan tidak akan spesifik pada satu aspek saja, melainkan menyeluruh untuk menjamin setiap rupiah investasi memberikan dampak optimal bagi negara dan masyarakat luas.

    Dalam pertemuan penting tersebut, Dony Oskaria berdiskusi langsung dengan Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminuddin. Beberapa poin krusial yang menjadi fokus pembahasan meliputi strategi intervensi pencegahan yang dapat dilakukan KPK, integrasi sistem pelaporan pelanggaran (Whistleblowing System/WBS) di lingkungan BUMN, serta penempatan individu-individu yang telah tersertifikasi seperti PAKSI (Profesional Antikorupsi), API (Ahli Pengadaan Indonesia), atau CERA (Corruption Risk Assessment) untuk melakukan mitigasi risiko korupsi sejak dini. Upaya ini merupakan bagian integral dari komitmen Danantara untuk memastikan proyek hilirisasi berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi, demi kemajuan ekonomi nasional yang berkelanjutan.


    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    BRI Kokoh Jadi Merek Paling Berharga di RI

    11-10-2026 - 20.06

    Ameriza Pimpin BI Sumatera Utara

    11-10-2026 - 20.02

    Misteri Rupiah dan Gejolak Politik RI

    11-10-2026 - 18.06

    Cara Cairkan Saldo JHT Tanpa Resign

    11-10-2026 - 18.02

    Strategi Unik BI Tarik Modal Asing

    11-10-2026 - 15.06

    Kasus hukum yang menyeret keluarga konglomerat sawit Indonesia kembali memanas di Singapura. Kali ini, perhatian tertuju pada penyitaan dana fantastis senilai Rp1,9 triliun milik Bill Darmadi, putra dari Surya Darmadi, bos besar di balik Duta Palma Group dan Darmex Agro Group.

    11-10-2026 - 15.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    BRI Kokoh Jadi Merek Paling Berharga di RI

    agroplus.co.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kembali membuktikan dominasinya di pasar keuangan…

    Ameriza Pimpin BI Sumatera Utara

    11-10-2026 - 20.02

    Misteri Rupiah dan Gejolak Politik RI

    11-10-2026 - 18.06

    Cara Cairkan Saldo JHT Tanpa Resign

    11-10-2026 - 18.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.