Agroplus – Pemerintah mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga gabah di tingkat petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional dengan menaikkan target serapan beras dalam negeri menjadi 4 juta ton. Keputusan ini, yang diumumkan oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi saat meninjau Gudang Bulog Meger di Klaten, Jawa Tengah, merupakan respon terhadap proyeksi surplus produksi beras nasional dan upaya menjaga perputaran stok di Perum Bulog tetap optimal.
Penambahan target serapan sebesar 1 juta ton ini bertujuan untuk memastikan harga gabah di tingkat petani tetap berada di level yang menguntungkan, minimal Rp 6.500 per kilogram. Langkah ini juga krusial dalam menjaga stok beras pemerintah (CBP) tetap dinamis, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat hingga akhir tahun 2025.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras dalam negeri dari Januari hingga Agustus 2025 diperkirakan mencapai 24,96 juta ton. Angka ini menunjukkan surplus produksi dibandingkan periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya, seperti surplus 3,08 juta ton pada 2024 dan surplus 1,33 juta ton pada 2023.
Dengan proyeksi produksi yang positif dan tambahan pasokan dari impor beras khusus, total ketersediaan beras nasional pada periode Januari-Agustus 2025 diperkirakan mencapai 25,24 juta ton. Sementara itu, total konsumsi beras diperkirakan sebesar 20,66 juta ton, sehingga terdapat surplus ketersediaan terhadap konsumsi sebesar 4,58 juta ton.
Hingga 18 Juli, Perum Bulog telah berhasil menyerap setara beras sebanyak 2,73 juta ton, atau 91,19 persen dari target 3 juta ton berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2025. Dengan adanya tambahan target, total serapan menjadi 4 juta ton, yang diharapkan dapat semakin memperkuat posisi petani Indonesia.
Arief Prasetyo Adi menekankan pentingnya keberpihakan pemerintah terhadap petani melalui penyerapan beras produksi dalam negeri dengan harga yang layak. Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah saat ini sedang aktif menyalurkan stok beras ke masyarakat melalui bantuan pangan dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan kesiapannya untuk mendukung kelancaran penyerapan tambahan ini. Bulog akan membangun tim yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk TNI dan Polri, serta mitra penggilingan padi. Selain beras, Bulog juga ditugaskan untuk menyerap jagung sebanyak 1 juta ton.
Ketua Umum PERPADI, Sutarto Alimoeso, menyambut baik kebijakan ini dan menyatakan kesiapannya untuk membangun jaringan distribusi yang lebih baik dan solid. Ia yakin bahwa dengan sinergi dari seluruh pihak, target tambahan serapan ini dapat tercapai bersama. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi petani, pelaku usaha penggilingan padi, dan masyarakat secara luas, serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Verdifjord