Agroplus – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi tinggi kepada para produsen dan pedagang beras yang telah proaktif menurunkan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Apresiasi ini disampaikan di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) I dan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Tahun 2025 di Jakarta.
Mentan Amran mengungkapkan rasa syukurnya karena di beberapa daerah, harga beras sudah mulai menunjukkan penurunan dan kualitasnya pun sesuai standar yang diharapkan. "Kami berterima kasih kepada para pengusaha yang telah menunjukkan itikad baiknya," ujarnya saat kunjungan kerja di Kediri.

Berdasarkan pantauan Kementerian Pertanian di 20 provinsi hingga 15 Juli 2025, mayoritas merek beras premium dan medium di 17 provinsi sudah menyesuaikan harga dengan HET di pasar tradisional maupun ritel modern. Provinsi-provinsi tersebut antara lain DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.
Mentan Amran mengimbau seluruh pelaku usaha untuk segera menyesuaikan harga beras dengan HET dan menjaga mutu produk. Ia menegaskan, aparat penegak hukum tidak akan segan menindak tegas segala bentuk pelanggaran yang merugikan masyarakat. "Jangan sampai ada yang menzalimi petani dan konsumen. Kita harus peduli terhadap sesama, terutama saudara-saudara kita yang kurang mampu," tegasnya.
Apresiasi ini diberikan setelah investigasi gabungan yang melibatkan Kementan, Satgas Pangan Polri, dan Kejaksaan Agung berhasil mengungkap adanya praktik kecurangan pada 212 merek beras yang tidak memenuhi standar mutu, berat bersih, dan HET. Praktik ini dinilai merugikan petani, konsumen, dan berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga triliunan rupiah.
Mentan Amran juga memastikan bahwa pasokan beras nasional saat ini dalam kondisi aman. Pemerintah terus menyalurkan bantuan pangan beras dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga stabilitas harga. Dengan stok nasional yang mencukupi, ia optimis harga beras akan segera stabil. “Tidak ada alasan untuk memainkan harga di tengah pasokan yang melimpah,” pungkasnya. Verdifjord