
Artikel Berita:
Agroplus – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan sektor pertanian Indonesia. Terbaru, beliau mendorong pemanfaatan alat dan mesin pertanian (Alsintan) modern untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Dukungan ini ditegaskan dalam berbagai kesempatan, termasuk saat melakukan penanaman padi menggunakan rice transplanter di Desa Sedahan Jaya, Kalimantan Barat.
Sudaryono menekankan pentingnya modernisasi pertanian untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP). "Prioritas kita adalah bagaimana meningkatkan jumlah yang ditanam dan jumlah yang dipanen dalam setahun," ujarnya. Dengan teknologi modern, lahan yang biasanya hanya panen sekali setahun dapat ditingkatkan menjadi tiga kali panen.
Pemerintah tidak hanya fokus pada mekanisasi. Wamentan Sudaryono memastikan bahwa dukungan strategis lainnya juga disiapkan. "Kalau butuh dana, kita bantu. Irigasi kita perbaiki, alat pertanian kita kasih," tegasnya. Program Kementerian Pertanian (Kementan) di Kabupaten Kayong Utara difokuskan pada optimalisasi lahan yang sudah ada, tanpa membuka lahan baru.
Lebih lanjut, Sudaryono menyampaikan kabar gembira bahwa stok beras nasional saat ini mencapai lebih dari 4 juta ton, tertinggi dalam 57 tahun terakhir. Capaian ini merupakan hasil dari berbagai program strategis pemerintah, seperti optimalisasi lahan, pengembangan benih unggul, dan penerapan teknologi pertanian berkelanjutan.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyambut baik kunjungan Wamentan dan mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia berharap program-program pertanian yang dijalankan pemerintah pusat dapat mengoptimalkan potensi daerah dan mengembalikan kejayaan sektor pertanian nasional. “Dengan program Asta-Cita Presiden Prabowo dan berbagai inisiatif strategis Kementan saat ini, kita optimis pertanian dan ketahanan pangan Bangsa Indonesia akan bangkit kembali,” pungkasnya. Verdifjord