Agroplus – Kabar gembira datang dari pemerintah Indonesia yang menyetujui pengiriman 10.000 ton beras untuk membantu rakyat Palestina. Bantuan kemanusiaan ini akan diambil dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang dikelola oleh Perum Bulog, sebagai wujud solidaritas dan dukungan terhadap ketahanan pangan di wilayah konflik.
Kepala Badan Pangan Nasional (NFA), Arief Prasetyo Adi, mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan pengiriman bantuan beras ini dapat terealisasi dalam tiga minggu terakhir bulan ini. Langkah cepat ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merespon kebutuhan mendesak di Palestina.

Pendanaan untuk bantuan beras ini akan bersumber dari Indonesian Aid, lembaga yang bertugas mengelola dan menyalurkan hibah untuk kerja sama pembangunan internasional. NFA akan menugaskan Bulog untuk menyiapkan 10.000 ton beras dari stok CPP, memastikan bantuan tepat sasaran dan berkualitas.
Landasan hukum penyaluran CPP untuk bantuan internasional ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 125 Tahun 2025, Pasal 11 Ayat 2. Regulasi ini memberikan payung hukum yang jelas bagi Bapanas untuk menugaskan BUMN pangan dalam menyalurkan bantuan pangan ke luar negeri.
Inisiatif pengiriman bantuan beras ini merupakan usulan dari Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, yang melihat pentingnya peran Indonesia dalam membantu negara-negara sahabat yang membutuhkan. Rencananya, bantuan ini akan menjadi bagian dari kesepakatan yang akan dibahas dalam kunjungan kerja Menteri Pertanian Palestina, Rezq Basheer-Salimia, ke Indonesia pada 15-17 Juni 2025.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menambahkan bahwa pengiriman bantuan beras ke Palestina akan melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI). TNI akan bertugas mengangkut bantuan tersebut langsung ke Yordania atau Palestina, memastikan bantuan sampai dengan aman dan tepat waktu.
Pengiriman bantuan beras ke Palestina ini bukan kali pertama dilakukan oleh Bulog. Pada tahun 2017, Bulog pernah mengirimkan 5.000 ton beras ke Srilanka dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Pengalaman ini menjadi modal berharga dalam memastikan kelancaran pengiriman bantuan ke Palestina.
Selain itu, Indonesia juga aktif dalam ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR), sebuah wadah kerja sama regional yang berfokus pada pengembangan cadangan pangan untuk memperkuat ketahanan pangan di kawasan ASEAN dan Asia Timur. Komitmen Indonesia dalam APTERR adalah siap menyediakan 12.000 ton beras jika ada negara anggota yang membutuhkan bantuan.
Dengan pengiriman bantuan beras ke Palestina, Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu negara-negara yang membutuhkan dan berperan aktif dalam menjaga ketahanan pangan global. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat Palestina dan mempererat hubungan bilateral antara kedua negara. Verdifjord