Close Menu
    What's Hot

    BEI Gembok Saham BAPA: Meroket 205% dalam Sebulan!

    30-04-2026 - 10.06

    Negara Hadir! Ahli Waris Korban KRL Terima Rp90 Juta

    29-04-2026 - 10.06

    Gawat! Minyak Tembus US$107, Pangan Terancam?

    27-04-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • BEI Gembok Saham BAPA: Meroket 205% dalam Sebulan!
    • Negara Hadir! Ahli Waris Korban KRL Terima Rp90 Juta
    • Gawat! Minyak Tembus US$107, Pangan Terancam?
    • Cianjur Dulu: Kopi Melimpah, Rakyat Menderita, Bupati Mewah!
    • Pensiun Dini dari OnlyFans, Raup Rp1 Triliun!
    • WIKA Lolos Badai! Investor Percaya, Sektor Pertanian Untung?
    • Kursi Direksi Timah Bergeser, Ini Tujuan Barunya!
    Rabu, 6 Mei 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!
    Pangan

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.382 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    Agroplus – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2025. Inpres ini bertujuan untuk memastikan pengadaan dan pengelolaan gabah/beras dalam negeri berjalan lancar, serta mengelola Cadangan Beras Pemerintah (CBP) secara efektif. Langkah ini dinilai krusial untuk melindungi petani dan menjaga stabilitas harga beras di pasaran.

    Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menjelaskan bahwa Inpres tersebut menjadi pedoman bagi pemerintah dan Perum Bulog dalam memaksimalkan penyerapan hasil panen petani. Target pengadaan beras dalam negeri tahun 2025 ditetapkan sebesar 3 juta ton. Pemerintah, melalui Bulog, berkomitmen membeli gabah kering panen (GKP) petani dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram, tanpa memandang kualitas.

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!
    Gambar Istimewa : news.majalahhortus.com

    "Pemerintah berkomitmen untuk tidak mengimpor beras lagi. Produksi dalam negeri harus mampu memenuhi kebutuhan kita," tegas Arief. Pengadaan beras oleh Bulog didasarkan pada penugasan Bapanas yang diputuskan melalui rapat koordinasi bidang pangan.

    CBP yang dikelola Bulog tidak hanya diperuntukkan bagi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). CBP juga dialokasikan untuk bantuan pangan, penanggulangan bencana, dan program lain seperti Makan Bergizi Gratis, bahkan bantuan pangan luar negeri. Bapanas sendiri bertanggung jawab atas perhitungan anggaran, penugasan Bulog, penetapan HPP, dan teknis pengadaan gabah/beras untuk CBP. Koordinasi dengan Kementerian Keuangan pun dilakukan untuk memastikan kompensasi dan margin penugasan yang adil.

    Arief menekankan pentingnya stok CBP yang memadai untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Stok ini menjadi penyangga ketika terjadi fluktuasi harga atau dibutuhkan stimulus bantuan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Kecukupan stok beras di Bulog menopang stabilitas pasokan dan harga pangan," ujarnya. Hal ini terbukti dari inflasi beras yang terjaga, dengan angka 0,55 persen di Maret 2025 dan 0,26 persen di Februari 2025 (data BPS).

    Puncak panen raya di Maret 2025 menghasilkan 5,57 juta ton beras (data BPS). Produksi diperkirakan menurun di bulan-bulan berikutnya. Oleh karena itu, penyerapan Bulog di April diharapkan lebih intensif. Bapanas dan Bulog telah berupaya memperkuat stok CBP sejak 2022. Stok beras di Bulog meningkat signifikan, dari 326 ribu ton di akhir 2022 menjadi 2,2 juta ton di akhir Maret 2025. Inpres ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi petani dan ketahanan pangan Indonesia. Verdifjord

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    BEI Gembok Saham BAPA: Meroket 205% dalam Sebulan!

    30-04-2026 - 10.06

    Negara Hadir! Ahli Waris Korban KRL Terima Rp90 Juta

    29-04-2026 - 10.06

    Gawat! Minyak Tembus US$107, Pangan Terancam?

    27-04-2026 - 10.06

    Cianjur Dulu: Kopi Melimpah, Rakyat Menderita, Bupati Mewah!

    26-04-2026 - 10.06

    25-04-2026 - 10.06

    Pensiun Dini dari OnlyFans, Raup Rp1 Triliun!

    24-04-2026 - 10.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    BEI Gembok Saham BAPA: Meroket 205% dalam Sebulan!

    Agroplus – Kabar mengejutkan datang dari lantai bursa bagi para pelaku pasar, termasuk investor di…

    Negara Hadir! Ahli Waris Korban KRL Terima Rp90 Juta

    29-04-2026 - 10.06

    Gawat! Minyak Tembus US$107, Pangan Terancam?

    27-04-2026 - 10.06

    Cianjur Dulu: Kopi Melimpah, Rakyat Menderita, Bupati Mewah!

    26-04-2026 - 10.06
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.