agroplus.co.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) kembali menunjukkan taringnya di industri perbankan nasional dengan mencatatkan performa keuangan yang sangat impresif. Hingga periode September 2026, bank pelat merah ini berhasil membukukan penyaluran kredit secara bank only yang menembus angka Rp1.605,8 triliun. Pencapaian ini menandakan pertumbuhan yang sangat signifikan, yakni sebesar 16 persen secara tahunan atau year on year (YoY).
Lonjakan penyaluran kredit ini tidak terjadi begitu saja. Keberhasilan tersebut merupakan buah manis dari strategi ekspansi pembiayaan berbasis ekosistem yang dijalankan secara konsisten oleh manajemen. Bank Mandiri tidak hanya menyasar sektor korporasi besar, tetapi juga merambah hingga ke segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat luas. Dengan pendekatan ini, Bank Mandiri mampu menjangkau seluruh rantai pasok ekonomi secara menyeluruh.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menegaskan bahwa fundamental perusahaan saat ini berada dalam kondisi yang sangat kuat. Menurutnya, pertumbuhan bisnis yang solid yang dibarengi dengan kualitas aset yang terjaga menjadi kunci utama. "Pertumbuhan kredit hingga September yang mencapai 16 persen mencerminkan komitmen kami dalam terus meningkatkan aktivitas usaha dan memperkuat posisi di pasar," ungkap Novita dalam sebuah konferensi pers virtual.
Jika menilik lebih dalam pada komposisi kreditnya, Direktur Operations Bank Mandiri, Timothy Utama, menjelaskan bahwa kredit korporasi menjadi motor penggerak utama dengan nilai mencapai Rp700 triliun atau tumbuh 22 persen YoY. Selain itu, Bank Mandiri juga sukses memperluas jangkauan melalui kredit ekosistem turunan yang mencakup segmen SME, mikro, dan konsumer. Segmen ini tercatat menyentuh angka Rp174 triliun dengan kenaikan sebesar 9 persen YoY.
Strategi menghubungkan layanan antara perusahaan besar dengan pelaku UMKM serta nasabah individu menjadi nilai tambah yang ditawarkan Bank Mandiri. Pendekatan ini bertujuan agar kebutuhan transaksi dan pembiayaan seluruh lapisan ekonomi dapat terlayani dengan lebih efisien. Selain itu, hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah melalui akses permodalan yang lebih mudah.
Tidak hanya unggul dari sisi pertumbuhan, Bank Mandiri juga menunjukkan kehati-hatian dalam mengelola risiko. Kualitas kredit perusahaan terpantau sangat sehat dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) segmen korporasi yang hanya berada di level 0,3 persen. Secara keseluruhan, kualitas kredit ini mengalami perbaikan yang sangat tajam dibandingkan periode sebelumnya.
Dari sisi pendanaan, Bank Mandiri juga mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 17,7 persen YoY menjadi Rp1.750,2 triliun. Hal ini turut mendorong total aset perseroan melonjak 20,1 persen YoY hingga mencapai angka fantastis Rp2.404,1 triliun. Dengan NPL coverage ratio yang kuat di angka 243 persen, Bank Mandiri optimis dapat terus menjaga stabilitas dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di masa mendatang.
