Close Menu
    What's Hot

    IHSG Tertekan Asing Jual Masif di Sesi I

    13-10-2026 - 15.06

    Teka Teki Pendapatan Waskita Yang Melonjak

    13-10-2026 - 15.02

    Laba Emiten Migas Melonjak Drastis

    13-10-2026 - 13.39
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • IHSG Tertekan Asing Jual Masif di Sesi I
    • Teka Teki Pendapatan Waskita Yang Melonjak
    • Laba Emiten Migas Melonjak Drastis
    • Aturan Baru Pantau Saham Blue Chip
    • Dana Triliunan Mengalir ke Sektor Perumahan
    • IHSG Melaju Hijau di Tengah Gejolak Global
    • Strategi Baru BIKE Kuasai Tambang Berau
    • Misteri Aliran Dana Asing di Bursa Efek
    Selasa, 13 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Teka Teki Pendapatan Waskita Yang Melonjak
    Pangan

    Teka Teki Pendapatan Waskita Yang Melonjak

    13-10-2026 - 15.023 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) tengah menghadapi situasi keuangan yang kontradiktif. Di satu sisi, raksasa konstruksi pelat merah ini berhasil mencatatkan lonjakan pendapatan yang sangat signifikan pada periode sembilan bulan pertama tahun 2026. Namun di sisi lain, performa finansial perusahaan justru masih terperangkap dalam zona merah dengan kerugian yang belum juga berakhir.

    Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang dirilis hingga 30 September 2026, Waskita mencatatkan rugi bersih sebesar Rp2,87 triliun yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Meski angka kerugian ini terlihat sedikit membaik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp3,17 triliun, namun beban finansial perusahaan masih menjadi tantangan besar. Penurunan rugi bersih ini secara proporsional juga berdampak pada rugi per saham yang kini berada di angka Rp99,70, turun dari sebelumnya Rp110,21.

    Teka Teki Pendapatan Waskita Yang Melonjak
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Jika menilik dari sisi pendapatan, Waskita sebenarnya menunjukkan geliat pertumbuhan yang impresif. Perusahaan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp8,13 triliun, atau melonjak tajam sebesar 53,73% dibandingkan periode sembilan bulan pertama tahun 2025 yang hanya sebesar Rp5,29 triliun. Motor utama pertumbuhan ini berasal dari sektor jasa konstruksi yang meroket 71,46% menjadi Rp6,45 triliun. Selain itu, pendapatan dari sektor jalan tol juga memberikan kontribusi positif dengan kenaikan 14,93% menjadi Rp987,74 miliar.

    Menariknya, Kementerian Pekerjaan Umum muncul sebagai penyumbang pendapatan terbesar bagi Waskita. Kontribusi dari kementerian ini melonjak drastis hingga lebih dari empat kali lipat dibandingkan tahun lalu, dengan total nilai mencapai Rp3,91 triliun.

    Namun, kegembiraan atas kenaikan pendapatan tersebut sirna saat melihat margin keuntungan. Lonjakan pendapatan ternyata tidak dibarengi dengan efisiensi biaya. Beban pokok pendapatan justru membengkak menjadi Rp7,17 triliun, yang mengakibatkan laba bruto perusahaan terkoreksi turun 2,09% menjadi Rp959,44 miliar. Akibatnya, margin laba kotor menyusut cukup dalam menjadi 11,81% dari sebelumnya 18,54%.

    Kondisi neraca keuangan Waskita juga menunjukkan tekanan yang cukup berat. Meskipun total aset tumbuh tipis menjadi Rp73,07 triliun, total liabilitas atau kewajiban justru naik menjadi Rp72,03 triliun. Hal ini memicu anjloknya total ekuitas hingga 71,71%. Bahkan, ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat negatif sebesar Rp3,34 triliun.

    Manajemen Waskita mengakui bahwa akumulasi defisit perusahaan telah menyentuh angka Rp20,80 triliun. Untuk mengatasi badai finansial ini, perusahaan tengah menjalankan delapan langkah strategis penyehatan keuangan. Langkah tersebut mencakup divestasi aset jalan tol secara bertahap, optimalisasi penjaminan pemerintah, hingga restrukturisasi utang secara menyeluruh baik di tingkat induk maupun anak perusahaan. Hingga saat ini, proses restrukturisasi obligasi dan pembayaran beberapa tranche utang terus dilakukan guna memperbaiki struktur permodalan perusahaan di masa mendatang.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    IHSG Tertekan Asing Jual Masif di Sesi I

    13-10-2026 - 15.06

    Laba Emiten Migas Melonjak Drastis

    13-10-2026 - 13.39

    Aturan Baru Pantau Saham Blue Chip

    12-10-2026 - 08.06

    Dana Triliunan Mengalir ke Sektor Perumahan

    12-10-2026 - 08.02

    IHSG Melaju Hijau di Tengah Gejolak Global

    12-10-2026 - 05.06

    Strategi Baru BIKE Kuasai Tambang Berau

    12-10-2026 - 05.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    IHSG Tertekan Asing Jual Masif di Sesi I

    agroplus.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tren negatif pada perdagangan sesi pertama…

    Teka Teki Pendapatan Waskita Yang Melonjak

    13-10-2026 - 15.02

    Laba Emiten Migas Melonjak Drastis

    13-10-2026 - 13.39

    Aturan Baru Pantau Saham Blue Chip

    12-10-2026 - 08.06
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.