Close Menu
    What's Hot

    Nomor HP Lama Jadi Kunci Dapat Pinjaman

    10-10-2026 - 10.06

    Misteri Aliran Dana Triliunan di Singapura

    10-10-2026 - 10.02

    Celah Bank China Bocorkan Sanksi AS

    10-10-2026 - 08.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Nomor HP Lama Jadi Kunci Dapat Pinjaman
    • Misteri Aliran Dana Triliunan di Singapura
    • Celah Bank China Bocorkan Sanksi AS
    • Siaga Krisis Perbankan Global Indonesia Masih Belum Siap
    • Strategi Baru BI Perkuat Ekonomi RI
    • Strategi Baru Adhi Karya Amankan Kas
    • Strategi Baru BI Tekan Biaya Dana Perbankan
    • IHSG Meluncur Tinggi di Akhir Pekan
    Sabtu, 10 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - IHSG Terjun Bebas ke Level 6.083
    Pangan

    IHSG Terjun Bebas ke Level 6.083

    09-10-2026 - 05.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Pasar modal Indonesia tengah mengalami guncangan hebat pada perdagangan Kamis (8/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau merosot tajam dan masih tertahan di zona merah hingga pertengahan sesi II. Berdasarkan data terbaru hingga pukul 13.37 WIB, indeks berada di level 6.083,68, mengalami koreksi sebesar 63,04 poin atau setara dengan penurunan 1,03%.

    Pergerakan indeks hari ini menunjukkan volatilitas yang sangat tinggi. Pada pembukaan pasar sekitar pukul 09.00 WIB, IHSG sebenarnya sempat menunjukkan optimisme dengan dibuka menguat di level 6.154,97. Bahkan, dalam rentang waktu singkat antara pukul 09.00 hingga 09.30 WIB, indeks sempat menyentuh puncak harian di angka 6.179,09. Namun, euforia pagi tersebut tidak bertahan lama. Tekanan jual yang masif mulai menghantam pasar, menyeret indeks turun drastis ke area 6.100 sebelum menyentuh pukul 10.00 WIB.

    IHSG Terjun Bebas ke Level 6.083
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Sempat terjadi upaya pemulihan atau rebound terbatas pada pukul 10.00 WIB, di mana indeks mencoba merangkak naik ke kisaran 6.120 hingga 6.130. Sayangnya, momentum positif tersebut gagal dipertahankan. Memasuki pukul 11.00 WIB, tren penurunan kembali berlanjut secara bertahap. Menjelang akhir sesi, meskipun sempat ada kenaikan tipis di atas level 6.100, IHSG kembali terjun bebas hingga menyentuh titik terendah harian di level 6.079,46. Total nilai transaksi yang tercatat dalam perdagangan ini mencapai Rp6.424,65 miliar dengan volume transaksi sebesar 413,83 juta lot.

    Kondisi pasar yang lesu ini dipicu oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Fokus utama investor saat ini tertuju pada hasil risalah Federal Open Market Committee (FOMC) dari rapat The Fed yang dirilis dini hari tadi. Pandangan bank sentral Amerika Serikat yang cenderung hawkish telah memicu penguatan indeks dolar AS dan lonjakan imbal hasil (yield) US Treasury. Fenomena ini secara langsung memberikan tekanan berat terhadap pasar saham negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia, serta menekan nilai tukar rupiah.

    Selain faktor The Fed, pasar juga tengah mencermati laporan keyakinan konsumen domestik serta rilis data uang primer Indonesia. Di pasar obligasi global, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun sempat menyentuh level tertinggi sejak tahun 2002, yakni di angka 5,365%. Meski sempat mengalami penurunan tipis setelah lelang obligasi tenor 10 tahun senilai US$40 miliar mendapatkan permintaan yang kuat, tingginya imbal hasil tetap menjadi ancaman bagi aset berisiko.

    Kondisi merah yang dialami IHSG juga sejalan dengan tren bursa saham di kawasan Asia. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,4%, Kospi Korea Selatan melemah 0,35%, dan S&P/ASX 200 Australia juga terkoreksi 0,4%. Secara keseluruhan, kenaikan imbal hasil obligasi global telah mengalihkan minat investor dari pasar ekuitas ke instrumen pendapatan tetap, yang memperburuk sentimen di pasar saham global hari ini. Melansir laporan agroplus.co.id, para pelaku pasar kini tengah menunggu data klaim pengangguran AS dan risalah Bank Sentral Eropa untuk menentukan arah kebijakan moneter selanjutnya.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Nomor HP Lama Jadi Kunci Dapat Pinjaman

    10-10-2026 - 10.06

    Misteri Aliran Dana Triliunan di Singapura

    10-10-2026 - 10.02

    Celah Bank China Bocorkan Sanksi AS

    10-10-2026 - 08.06

    Siaga Krisis Perbankan Global Indonesia Masih Belum Siap

    10-10-2026 - 08.02

    Strategi Baru BI Perkuat Ekonomi RI

    10-10-2026 - 05.06

    Strategi Baru Adhi Karya Amankan Kas

    10-10-2026 - 05.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Nomor HP Lama Jadi Kunci Dapat Pinjaman

    agroplus.co.id – Era digital telah mengubah cara masyarakat mengakses bantuan finansial secara drastis. Jika dahulu…

    Misteri Aliran Dana Triliunan di Singapura

    10-10-2026 - 10.02

    Celah Bank China Bocorkan Sanksi AS

    10-10-2026 - 08.06

    Siaga Krisis Perbankan Global Indonesia Masih Belum Siap

    10-10-2026 - 08.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.