Close Menu
    What's Hot

    Optimisme Konsumen RI Tetap Terjaga

    09-10-2026 - 02.06

    Rupiah Tergelincir ke Level Rp17.890 Per Dolar AS

    09-10-2026 - 02.02

    Investor Global Makin Percaya Pasar Modal RI

    09-10-2026 - 00.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Optimisme Konsumen RI Tetap Terjaga
    • Rupiah Tergelincir ke Level Rp17.890 Per Dolar AS
    • Investor Global Makin Percaya Pasar Modal RI
    • IHSG Terperosok Tajam ke Level 6.031
    • Waspada Manipulasi Harga Saham HSC
    • Tiket MotoGP Mandalika Ludes Hampir Semua
    • Kado Manis HUT ke-28 Bank Mandiri Bagi Investor
    • Aturan Baru Bursa Siapkan Exit Policy
    Jumat, 9 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Harta Karun Laut Indonesia Menanti Investasi
    Pangan

    Harta Karun Laut Indonesia Menanti Investasi

    07-10-2026 - 20.022 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Indonesia kini berada di ambang peluang emas untuk menjadi pemain utama dalam peta ekonomi global melalui sektor kelautan. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, potensi ekonomi biru atau pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan milik Indonesia dinilai sangat masif. Namun, di balik kekayaan alam yang melimpah tersebut, terdapat tantangan besar yang harus segera diatasi, yakni ketersediaan skema pembiayaan yang mumpuni untuk menggerakkan roda industri pesisir.

    Standard Chartered Indonesia memberikan pandangan optimis bahwa posisi geografis Indonesia yang sangat strategis dapat menempatkan negara ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dunia. Jika dikelola dengan tepat, sektor kelautan bukan sekadar tentang menangkap ikan, melainkan tentang menciptakan ekosistem ekonomi yang mampu menyeimbangkan antara keuntungan finansial dan kelestarian alam.

    Harta Karun Laut Indonesia Menanti Investasi
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Managing Director sekaligus Head of Coverage Standard Chartered Indonesia, Amit Verma, menekankan bahwa kunci utama untuk membuka gerbang potensi ini adalah sinergi yang kuat. Menurutnya, pemerintah tidak bisa berjalan sendirian. Dibutuhkan kolaborasi erat dengan sektor swasta untuk menciptakan iklim investasi yang sehat di wilayah pesisir.

    "Untuk mewujudkan potensi tersebut, diperlukan inovasi dalam hal pembiayaan, kemitraan yang solid antara pemerintah dan sektor swasta, serta investasi yang fokus pada rantai nilai yang berkelanjutan," ujar Amit Verma dalam forum International Sustainability Forum (IISF) 2026 di Jakarta.

    Verma menambahkan bahwa inovasi industri dan kolaborasi lintas sektor akan menjadi magnet bagi investor. Dengan adanya dukungan pendanaan yang tepat, sektor kelautan dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sekaligus memastikan ekosistem laut tetap terjaga untuk generasi mendatang.

    Senada dengan hal tersebut, aspek konservasi menjadi poin krusial yang tidak boleh diabaikan. Meizani Irmadhiany, Senior Vice President sekaligus Executive Chair Konservasi Indonesia, mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi biru harus memiliki parameter dampak ekologis yang jelas. Ia menegaskan bahwa ekonomi biru tidak akan mencapai titik maksimal jika pertumbuhan ekonomi justru merusak lingkungan.

    "Ekonomi biru Indonesia hanya akan tumbuh secara sehat jika upaya konservasi dan skema pembiayaan berjalan beriringan," tegas Meizani.

    Salah satu sektor yang diprediksi akan sangat diuntungkan dari skema pembiayaan berkelanjutan ini adalah akuakultur, khususnya budidaya rumput laut. Sektor ini membutuhkan suntikan modal yang besar agar dapat dikembangkan dalam skala industri yang luas namun tetap memperhatikan kaidah lingkungan. Dengan dukungan finansial yang terukur, komoditas laut Indonesia diharapkan mampu bersaing di pasar internasional sekaligus menjaga kesehatan laut Indonesia dalam jangka panjang.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Optimisme Konsumen RI Tetap Terjaga

    09-10-2026 - 02.06

    Rupiah Tergelincir ke Level Rp17.890 Per Dolar AS

    09-10-2026 - 02.02

    Investor Global Makin Percaya Pasar Modal RI

    09-10-2026 - 00.06

    IHSG Terperosok Tajam ke Level 6.031

    09-10-2026 - 00.02

    Waspada Manipulasi Harga Saham HSC

    08-10-2026 - 23.06

    Tiket MotoGP Mandalika Ludes Hampir Semua

    08-10-2026 - 23.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Optimisme Konsumen RI Tetap Terjaga

    agroplus.co.id – Meskipun terjadi sedikit koreksi pada angka Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di bulan September…

    Rupiah Tergelincir ke Level Rp17.890 Per Dolar AS

    09-10-2026 - 02.02

    Investor Global Makin Percaya Pasar Modal RI

    09-10-2026 - 00.06

    IHSG Terperosok Tajam ke Level 6.031

    09-10-2026 - 00.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.