Close Menu
    What's Hot

    Nasib Rupiah di Tengah Badai Global

    08-10-2026 - 02.06

    Misteri Akuisisi KB Bank Terjawab Sudah

    08-10-2026 - 02.02

    IHSG Terperosok Akibat Tekanan Sektor Energi

    08-10-2026 - 00.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Nasib Rupiah di Tengah Badai Global
    • Misteri Akuisisi KB Bank Terjawab Sudah
    • IHSG Terperosok Akibat Tekanan Sektor Energi
    • Strategi Baru AYLS Perkuat Bisnis
    • Indofarma Bakal Rombak Jajaran Direksi
    • Strategi PLN Hadapi Lonjakan Listrik Nasional
    • Biaya Haji 2027 Turun Jadi 98 Juta
    • Harta Karun Laut Indonesia Menanti Investasi
    Kamis, 8 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Saham Bayan Resources Dilepas Lebih Banyak
    Pangan

    Saham Bayan Resources Dilepas Lebih Banyak

    06-10-2026 - 23.022 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Dinamika kepemilikan saham di sektor pertambangan batu bara kembali mencuri perhatian pasar modal tanah air. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) secara resmi mengumumkan adanya perubahan signifikan dalam kesepakatan jual beli saham dengan salah satu pemain besar di industri ini, yakni PT Jhonlin Baratama. Perubahan ini berkaitan dengan rencana pengalihan kepemilikan saham dari pendiri perusahaan, Dato’ Low Tuck Kwong, beserta putrinya, Elaine Low.

    Dalam keterbukaan informasi terbaru yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), terungkap bahwa jumlah saham yang akan dialihkan kepada pihak pembeli mengalami penambahan. PT Jhonlin Baratama, yang merupakan bagian dari Jhonlin Group milik pengusaha ternama Andi Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam, akan menerima porsi saham yang lebih besar dari kesepakatan awal.

    Saham Bayan Resources Dilepas Lebih Banyak
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah saham yang semula direncanakan sebanyak 10.000.000.500 lembar saham kini melonjak menjadi 10.084.088.370 lembar saham. Penambahan jumlah saham ini menunjukkan adanya revisi terhadap Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS) yang sebelumnya telah ditandatangani pada pertengahan September 2026. Perubahan kesepakatan tersebut dilaporkan telah difinalisasi oleh para pihak terkait pada 1 Oktober 2026.

    Direktur Bayan Resources, Jenny Quantero dan Alastair Mcleod, menjelaskan bahwa penyesuaian ini merupakan bagian dari proses administrasi dan kesepakatan baru antara pihak penjual dan pembeli. Meskipun terjadi penambahan jumlah saham yang dilepas, manajemen menegaskan bahwa langkah korporasi ini tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap operasional perusahaan.

    "Kejadian tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan," tulis manajemen dalam pernyataan resminya. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada para investor bahwa stabilitas perusahaan tetap terjaga di tengah perubahan struktur kepemilikan.

    Sebagai informasi, aksi korporasi ini bermula dari rencana pengalihan saham pengendali yang diumumkan pada 17 September 2026 lalu. Transaksi besar ini melibatkan pengalihan aset berharga dari keluarga Low Tuck Kwong kepada Jhonlin Group. Namun, perlu dicatat bahwa seluruh proses penyelesaian transaksi ini masih harus melewati sejumlah tahapan dan pemenuhan kondisi pendahuluan (conditions precedent) yang telah ditetapkan dalam perjanjian.

    Langkah strategis ini diprediksi akan membawa warna baru dalam peta persaingan industri energi di Indonesia, mengingat keterlibatan dua nama besar dalam struktur kepemilikan saham Bayan Resources. Para pelaku pasar kini tengah memantau bagaimana penyelesaian transaksi ini akan memengaruhi peta kekuatan ekonomi di sektor batu bara ke depannya.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Nasib Rupiah di Tengah Badai Global

    08-10-2026 - 02.06

    Misteri Akuisisi KB Bank Terjawab Sudah

    08-10-2026 - 02.02

    IHSG Terperosok Akibat Tekanan Sektor Energi

    08-10-2026 - 00.06

    Strategi Baru AYLS Perkuat Bisnis

    08-10-2026 - 00.02

    Indofarma Bakal Rombak Jajaran Direksi

    07-10-2026 - 23.06

    Strategi PLN Hadapi Lonjakan Listrik Nasional

    07-10-2026 - 23.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Nasib Rupiah di Tengah Badai Global

    agroplus.co.id – Kondisi pasar keuangan di Indonesia saat ini tengah berada dalam fase yang penuh…

    Misteri Akuisisi KB Bank Terjawab Sudah

    08-10-2026 - 02.02

    IHSG Terperosok Akibat Tekanan Sektor Energi

    08-10-2026 - 00.06

    Strategi Baru AYLS Perkuat Bisnis

    08-10-2026 - 00.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.