Close Menu
    What's Hot

    Rupiah Terperosok ke Level Rp17.940 per Dolar

    02-10-2026 - 05.06

    Wajah Baru Manajemen Tugu Insurance

    02-10-2026 - 05.02

    Standar Global Hadir di Pasar Lokal

    02-10-2026 - 02.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Rupiah Terperosok ke Level Rp17.940 per Dolar
    • Wajah Baru Manajemen Tugu Insurance
    • Standar Global Hadir di Pasar Lokal
    • Investor Borong Saham LUCY di Atas Harga Pasar
    • Profil Harta Wamenkeu Baru Nurkholisoh
    • Strategi Hijau AZKO Menuju 2030
    • Profil Kekayaan Wamenkeu Baru Luky Alfirman
    • OONA Indonesia Jual Saham ABDA
    Jumat, 2 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - OONA Indonesia Jual Saham ABDA
    Pangan

    OONA Indonesia Jual Saham ABDA

    01-10-2026 - 23.022 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Langkah strategis baru saja diambil oleh OONA Indonesia Pte Ltd dalam struktur kepemilikan sahamnya di PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA). Perusahaan asuransi global tersebut secara resmi mengumumkan telah melakukan aksi divestasi dengan melepas sebagian besar sahamnya di perusahaan asuransi lokal tersebut. Transaksi besar ini tercatat memberikan suntikan dana segar bagi OONA Indonesia senilai Rp305,04 miliar.

    Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), aksi korporasi ini dilakukan pada akhir September 2026. OONA Indonesia selaku pengendali Oona Insurance telah melepas sebanyak 62 juta lembar saham biasa milik ABDA. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi divestasi saham langsung yang dilakukan oleh perusahaan.

    OONA Indonesia Jual Saham ABDA
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Dalam transaksi tersebut, harga per lembar saham yang disepakati adalah sebesar Rp4.920. Angka ini menjadi poin krusial yang menentukan nilai total dari pelepasan aset tersebut. Dengan nilai transaksi yang mencapai ratusan miliar rupiah, langkah ini menunjukkan adanya pergeseran komposisi kepemilikan yang cukup signifikan di dalam tubuh PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk.

    Sebelum melakukan aksi divestasi ini, OONA Indonesia tercatat memegang kendali kuat atas ABDA dengan kepemilikan sebanyak 538.604.204 saham. Jumlah tersebut memberikan hak suara yang sangat dominan bagi OONA, yakni mencapai 86,76%. Dominasi ini menempatkan OONA sebagai pemegang kendali utama dalam pengambilan keputusan strategis di perusahaan asuransi tersebut.

    Namun, setelah melakukan penjualan sebanyak 62 juta saham tersebut, total kepemilikan OONA Indonesia di ABDA kini menyusut menjadi 476.604.204 saham. Dampak dari pengurangan jumlah saham ini juga berimbas pada persentase hak suara yang dimiliki. Kini, hak suara OONA Indonesia di ABDA berada di angka 76,77%. Meski mengalami penurunan persentase, OONA Indonesia tetap memegang kendali mayoritas yang sangat kuat atas perusahaan.

    Menanggapi kabar mengenai divestasi ini, pasar merespons dengan positif. Pada penutupan perdagangan terakhir, saham ABDA mengalami kenaikan tipis sebesar 0,20% ke level Rp4.920 per lembar. Dengan pergerakan harga tersebut, nilai kapitalisasi pasar ABDA kini diperkirakan menyentuh angka Rp3,05 triliun.

    Langkah divestasi ini sering kali dilakukan oleh perusahaan induk untuk melakukan rebalancing portofolio atau untuk memperkuat likuiditas kas perusahaan guna keperluan ekspansi di sektor lain. Bagi investor, perubahan komposisi saham ini menjadi sinyal penting untuk memantau arah kebijakan strategis PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk ke depannya, terutama setelah adanya perubahan struktur kepemilikan oleh pemegang saham pengendali.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Rupiah Terperosok ke Level Rp17.940 per Dolar

    02-10-2026 - 05.06

    Wajah Baru Manajemen Tugu Insurance

    02-10-2026 - 05.02

    Standar Global Hadir di Pasar Lokal

    02-10-2026 - 02.06

    Investor Borong Saham LUCY di Atas Harga Pasar

    02-10-2026 - 02.02

    Profil Harta Wamenkeu Baru Nurkholisoh

    02-10-2026 - 00.06

    Strategi Hijau AZKO Menuju 2030

    02-10-2026 - 00.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Rupiah Terperosok ke Level Rp17.940 per Dolar

    agroplus.co.id – Mata uang Garuda kembali menunjukkan tren negatif pada pembukaan perdagangan bulan Oktober ini.…

    Wajah Baru Manajemen Tugu Insurance

    02-10-2026 - 05.02

    Standar Global Hadir di Pasar Lokal

    02-10-2026 - 02.06

    Investor Borong Saham LUCY di Atas Harga Pasar

    02-10-2026 - 02.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.