Close Menu
    What's Hot

    Misteri Suku Bunga BI di Akhir Tahun

    01-10-2026 - 05.06

    Strategi BI Borong SBN Capai Rp300 Triliun

    01-10-2026 - 05.02

    Strategi Cerdas Kelola Investasi di Pasar Modal

    01-10-2026 - 02.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Misteri Suku Bunga BI di Akhir Tahun
    • Strategi BI Borong SBN Capai Rp300 Triliun
    • Strategi Cerdas Kelola Investasi di Pasar Modal
    • Langkah Baru CUAN Caplok SINI
    • IHSG Menuju Level 7000 Ini Saham Pilihan
    • Strategi Sucor Sekuritas Sasar Gen Z
    • Tren Baru Asuransi Unitlink Mata Uang Asing
    • Dua Perusahaan Gadai Kini Ekspansi Nasional
    Kamis, 1 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Rupiah Terancam Tembus Rp18200 per Dolar
    Pangan

    Rupiah Terancam Tembus Rp18200 per Dolar

    29-09-2026 - 23.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Masa depan nilai tukar rupiah kini tengah berada di persimpangan jalan yang krusial. Sejumlah pakar ekonomi memberikan peringatan serius mengenai potensi pelemahan mata uang Garuda yang bisa saja menembus level psikologis baru, yakni Rp18.200 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi ini menjadi perhatian utama mengingat volatilitas pasar global yang masih sangat tinggi dan tidak menentu.

    Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, mengungkapkan bahwa skenario rupiah melemah hingga ke angka Rp18.200 per dolar AS bukanlah hal yang mustahil untuk terjadi. Menurutnya, meskipun angka tersebut merupakan skenario tekanan, namun probabilitasnya cukup besar jika tekanan dari pasar global terus menghantam ekonomi domestik tanpa ada jeda.

    Rupiah Terancam Tembus Rp18200 per Dolar
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    "Rupiah masih memiliki peluang untuk bergerak menuju level Rp18.200 per dolar AS. Jika kita hitung, jarak dari Rp18.000 ke Rp18.200 itu hanya sekitar 1 persen lebih lemah. Jadi, level tersebut sangat mungkin tersentuh apabila tekanan global masih terus menghantui pasar," ujar Josua dalam keterangannya yang dikutip pada Selasa (29/9/2026).

    Josua kemudian membedah tiga faktor utama yang menjadi pemicu utama jika rupiah mengalami depresiasi lebih dalam. Ketiga faktor tersebut saling berkaitan dan jika terjadi secara bersamaan, maka tekanan terhadap rupiah akan menjadi sangat masif.

    Pertama, fluktuasi harga minyak dunia. Jika harga minyak global tetap bertahan di level tinggi, yakni di atas US$ 100 per barel, hal ini akan membebani neraca perdagangan dan meningkatkan kebutuhan valuta asing. Kedua, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun yang tetap bertahan di atas angka 5 persen. Kondisi ini membuat investor cenderung menarik modalnya dari negara berkembang untuk kembali ke aset aman (safe haven) di Amerika Serikat. Ketiga, adanya arus modal keluar (outflow) dari investor asing di pasar keuangan Indonesia.

    Senada dengan hal tersebut, Kepala Center of Macroeconomics and Finance di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M. Rizal Taufikurahman, juga memperingatkan bahwa peluang rupiah menyentuh angka Rp18.200 terbuka lebar dalam waktu dekat. Ia menekankan bahwa jarak antara Rp18.000 dan Rp18.200 sangatlah tipis, yakni hanya sekitar 1,1 persen, sehingga ini merupakan skenario risiko yang wajib diantisipasi oleh pelaku pasar dan pemerintah.

    "Potensi rupiah menembus level tersebut sangat terbuka lebar, terutama jika penguatan dolar AS, arus modal keluar, serta tingginya kebutuhan valuta asing terus berlanjut secara konsisten," jelas Rizal.

    Berdasarkan data terbaru dari Refinitiv, rupiah sebenarnya sempat menunjukkan sedikit perlawanan dengan mengakhiri perdagangan di posisi Rp17.960 per dolar AS, atau menguat tipis 0,03%. Namun, penguatan ini sangat kecil jika dibandingkan dengan volatilitas sebelumnya, di mana pada hari sebelumnya rupiah sempat melemah 0,48% ke level Rp17.965 per dolar AS. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya stabilisasi, tekanan eksternal tetap menjadi ancaman nyata bagi stabilitas nilai tukar rupiah ke depan.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Misteri Suku Bunga BI di Akhir Tahun

    01-10-2026 - 05.06

    Strategi BI Borong SBN Capai Rp300 Triliun

    01-10-2026 - 05.02

    Strategi Cerdas Kelola Investasi di Pasar Modal

    01-10-2026 - 02.06

    Langkah Baru CUAN Caplok SINI

    01-10-2026 - 02.02

    IHSG Menuju Level 7000 Ini Saham Pilihan

    01-10-2026 - 00.06

    Strategi Sucor Sekuritas Sasar Gen Z

    01-10-2026 - 00.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Misteri Suku Bunga BI di Akhir Tahun

    agroplus.co.id – Dinamika ekonomi global tengah berada dalam fase yang penuh ketidakpastian. Setelah gelombang kenaikan…

    Strategi BI Borong SBN Capai Rp300 Triliun

    01-10-2026 - 05.02

    Strategi Cerdas Kelola Investasi di Pasar Modal

    01-10-2026 - 02.06

    Langkah Baru CUAN Caplok SINI

    01-10-2026 - 02.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.