agroplus.co.id – Pergerakan signifikan terlihat di pasar modal Indonesia menyusul langkah terbaru dari salah satu tokoh penting di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG). Edwin Soeryadjaya, yang menjabat sebagai Komisaris di perusahaan investasi raksasa tersebut, dilaporkan melakukan aksi beli saham dalam jumlah besar secara bertahap. Langkah ini menarik perhatian para investor karena menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi terhadap prospek masa depan emiten tersebut.
Berdasarkan data keterbukaan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi pembelian saham ini dilakukan dalam dua tahap berbeda pada bulan September. Melalui laporan resmi tersebut, diketahui bahwa Edwin melakukan pembelian pertama pada tanggal 22 September 2026. Dalam transaksi pertama tersebut, ia menyerap sebanyak 330.000 lembar saham dengan harga per lembar sebesar Rp1.779.

Tak berhenti di situ, pada hari berikutnya, tepatnya tanggal 23 September 2026, Edwin kembali menambah porsi kepemilikannya. Pada transaksi kedua ini, ia membeli sebanyak 454.100 lembar saham dengan harga yang sedikit lebih tinggi, yakni Rp1.791 per lembar saham. Jika ditotal secara keseluruhan, Edwin telah menambah kepemilikannya sebanyak 784.100 lembar saham dalam waktu yang sangat singkat.
Secara finansial, nilai dari total transaksi yang dilakukan oleh sang komisaris ini mencapai angka sekitar Rp1,4 miliar. Meskipun angka tersebut mungkin terlihat kecil jika dibandingkan dengan kapitalisasi pasar SRTG secara keseluruhan, namun aksi beli yang dilakukan secara langsung oleh pemegang saham pengendali atau petinggi perusahaan biasanya menjadi sinyal positif bagi pasar. Transaksi ini dikategorikan sebagai aksi korporasi untuk tujuan investasi jangka panjang.
Dengan adanya tambahan saham tersebut, struktur kepemilikan Edwin Soeryadjaya di SRTG mengalami perubahan. Sebelum melakukan transaksi tambahan ini, Edwin tercatat memiliki 4.876.599.190 lembar saham dengan total hak suara sebesar 35,9503%. Setelah melakukan pembelian tambahan sebanyak 784.100 lembar, total kepemilikan sahamnya kini melonjak menjadi 4.877.383.290 lembar saham.
Perubahan volume saham ini secara otomatis meningkatkan persentase hak suara Edwin di dalam perusahaan menjadi 35,9561%. Kenaikan persentase hak suara, meski terlihat tipis secara angka desimal, menunjukkan penguatan kendali dan komitmen berkelanjutan dari pihak manajemen terhadap pertumbuhan perusahaan di masa mendatang.
Para pelaku pasar kini tengah memantau bagaimana langkah strategis Saratoga Investama Sedaya Tbk. ke depannya. Aksi borong saham oleh petinggi perusahaan seperti yang dilakukan Edwin Soeryadjaya sering kali dianggap sebagai indikator bahwa fundamental perusahaan masih sangat kokoh dan memiliki potensi pertumbuhan yang menjanjikan di tengah dinamika ekonomi global yang fluktuatif.
