Close Menu
    What's Hot

    Mengejar Sisa Utang BLBI yang Belum Lunas

    23-09-2026 - 00.06

    Vietnam Naik Kelas Jadi Emerging Market

    23-09-2026 - 00.02

    Siloam Siapkan Triliunan Rupiah Borong Aset RS

    22-09-2026 - 23.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Mengejar Sisa Utang BLBI yang Belum Lunas
    • Vietnam Naik Kelas Jadi Emerging Market
    • Siloam Siapkan Triliunan Rupiah Borong Aset RS
    • IHSG Terjun Bebas ke Zona Merah
    • Aksi Diam Edwin Soeryadjaya Borong Saham SRTG
    • Rupiah Merosot IHSG Anjlok Tajam
    • Status Manajer KDKMP Bukan Pegawai BUMN
    • Utang Raksasa BLBI Akhirnya Lunas
    Rabu, 23 September 2026
    agroplus
    Home - Pangan - IHSG Terjun Bebas ke Zona Merah
    Pangan

    IHSG Terjun Bebas ke Zona Merah

    22-09-2026 - 23.023 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan performa yang kurang menggembirakan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan tajam pada perdagangan Selasa, 22 September 2026. Berdasarkan data terbaru, indeks ditutup melemah signifikan ke level 6.277,04, atau merosot sebesar 107,68 poin atau setara dengan 1,69%.

    Kondisi ini terasa sangat kontras jika melihat pergerakan di awal sesi. IHSG sebenarnya sempat menunjukkan optimisme dengan dibuka di level 6.392,34 dan bahkan sempat melesat hingga menyentuh puncak harian di level 6.423,84. Namun, momentum penguatan tersebut tidak bertahan lama. Indeks justru berbalik arah dan mengalami tekanan jual yang masif sepanjang sesi perdagangan, hingga akhirnya menyentuh titik terendah harian di level 6.258,44.

    IHSG Terjun Bebas ke Zona Merah
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Secara teknis, grafik perdagangan menunjukkan pola penurunan bertahap. Setelah sempat mencoba bertahan di kisaran 6.390 hingga 6.420, IHSG perlahan tergelincir melewati level psikologis 6.300. Meski sempat ada upaya pemulihan singkat ke level 6.330, tekanan pasar kembali menekan indeks menuju area 6.270 sebelum akhirnya mendarat di level penutupan 6.277,04.

    Dominasi sentimen negatif terlihat jelas dari komposisi pergerakan saham. Sebanyak 556 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 148 saham yang mampu bertahan di zona hijau. Sementara itu, sebanyak 259 saham lainnya bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.

    Berdasarkan data transaksi, nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp14,39 triliun dengan total volume sebesar 32,18 miliar lot. Dari total tersebut, transaksi pada pasar reguler menyumbang nilai sebesar Rp13,11 triliun dengan volume 306,30 juta lot. Sementara itu, pasar negosiasi mencatatkan transaksi senilai Rp863,69 miliar dengan volume 19,18 juta lot.

    Penurunan tajam IHSG ini utamanya dipicu oleh sektor energi yang anjlok hingga 3,9%. Selain itu, sektor real estate turut memberikan tekanan dengan penurunan 2%, disusul sektor utilitas yang melemah 1,5%. Beberapa saham yang menjadi beban berat bagi indeks antara lain PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS). Di sisi lain, upaya penopang indeks datang dari saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Indosat Tbk. (ISAT), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN).

    Para pelaku pasar kini tengah mencermati sejumlah faktor krusial yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi ke depan. Selain memperhatikan tensi konflik di Timur Tengah, perhatian tertuju pada agenda domestik, yakni Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang berlangsung selama dua hari. Keputusan mengenai suku bunga acuan atau BI Rate dijadwalkan akan diumumkan pada Rabu (23/9/2026). Pasar memprediksi BI akan mempertahankan BI Rate di level 5,75%. Selain itu, kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait batas harga minimum saham serta pelantikan pejabat baru di Kementerian Keuangan juga menjadi sorotan utama investor dalam menentukan langkah investasi mereka selanjutnya.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Mengejar Sisa Utang BLBI yang Belum Lunas

    23-09-2026 - 00.06

    Vietnam Naik Kelas Jadi Emerging Market

    23-09-2026 - 00.02

    Siloam Siapkan Triliunan Rupiah Borong Aset RS

    22-09-2026 - 23.06

    Aksi Diam Edwin Soeryadjaya Borong Saham SRTG

    22-09-2026 - 20.06

    Rupiah Merosot IHSG Anjlok Tajam

    22-09-2026 - 18.06

    Status Manajer KDKMP Bukan Pegawai BUMN

    22-09-2026 - 18.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Mengejar Sisa Utang BLBI yang Belum Lunas

    agroplus.co.id – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk tidak akan melonggarkan pengawasan terhadap para debitur dan…

    Vietnam Naik Kelas Jadi Emerging Market

    23-09-2026 - 00.02

    Siloam Siapkan Triliunan Rupiah Borong Aset RS

    22-09-2026 - 23.06

    IHSG Terjun Bebas ke Zona Merah

    22-09-2026 - 23.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.