Close Menu
    What's Hot

    Siloam Siapkan Triliunan Rupiah Borong Aset RS

    22-09-2026 - 23.06

    IHSG Terjun Bebas ke Zona Merah

    22-09-2026 - 23.02

    Aksi Diam Edwin Soeryadjaya Borong Saham SRTG

    22-09-2026 - 20.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Siloam Siapkan Triliunan Rupiah Borong Aset RS
    • IHSG Terjun Bebas ke Zona Merah
    • Aksi Diam Edwin Soeryadjaya Borong Saham SRTG
    • Rupiah Merosot IHSG Anjlok Tajam
    • Status Manajer KDKMP Bukan Pegawai BUMN
    • Utang Raksasa BLBI Akhirnya Lunas
    • Pasar Saham Merah Membara BYAN Jadi Biang Kerok
    • Permintaan Global Melejit Batu Bara Meroket
    Selasa, 22 September 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Utang Raksasa BLBI Akhirnya Lunas
    Pangan

    Utang Raksasa BLBI Akhirnya Lunas

    22-09-2026 - 15.022 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Pemerintah Indonesia secara resmi telah menuntaskan seluruh kewajiban pembayaran utang obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Bank Indonesia (BI). Pelunasan ini menandai berakhirnya beban finansial besar yang telah mengikat negara sejak masa krisis ekonomi hebat yang melanda tanah air pada periode 1997-1998 silam.

    Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengonfirmasi bahwa total nilai obligasi BLBI yang diterbitkan pemerintah untuk menanggung kewajiban tersebut mencapai angka fantastis, yakni Rp218,3 triliun. Proses pembayaran terakhir dilakukan pada 24 Agustus 2026. Dana yang digunakan untuk menutup sisa utang tersebut bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berasal dari surplus operasional Bank Indonesia.

    Utang Raksasa BLBI Akhirnya Lunas
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Kabar mengenai tuntasnya utang ini disampaikan Suahasil setelah dirinya menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (22/9/2026). Menurutnya, keberhasilan ini merupakan pencapaian penting dalam menutup lembaran sejarah panjang penanganan krisis keuangan tiga dekade lalu.

    "Pada akhir bulan lalu, kita telah berhasil menyelesaikan pembayaran utang obligasi BLBI kepada Bank Indonesia," ujar Suahasil kepada awak media. Ia menjelaskan bahwa pada masa krisis 1997-1998, pemerintah mengambil langkah strategis dengan menerbitkan obligasi guna menjamin kewajiban pembayaran kepada bank sentral. Selama bertahun-tahun, pembayaran dilakukan secara rutin melalui mekanisme APBN.

    Lebih lanjut, Suahasil memaparkan mekanisme teknis pelunasan tersebut. Ketika Bank Indonesia mencatatkan surplus dari kegiatan operasionalnya, sebagian dari surplus tersebut wajib disetorkan ke kas negara sebagai PNBP. Dana inilah yang kemudian dialokasikan pemerintah untuk melunasi kewajiban obligasi BLBI.

    Jika ditinjau lebih luas, total pelunasan obligasi yang mencakup BLBI dan obligasi rekapitulasi mencapai angka Rp640 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp218,3 triliun adalah obligasi BLBI yang baru saja lunas pada Agustus 2026. Sementara itu, sisanya sebesar Rp422,63 triliun merupakan obligasi rekap yang telah dinyatakan lunas lebih awal, tepatnya pada 25 Juli 2020.

    Namun, perlu digarisbawahi bahwa pelunasan utang pemerintah kepada BI ini tidak serta-merta menghapus kewajiban pihak lain. Suahasil menegaskan bahwa hak tagih negara terhadap para obligor maupun debitur BLBI tetap berlaku sepenuhnya. Penyelesaian utang antara pemerintah dan BI adalah hubungan antarlembaga negara, yang berbeda dengan kewajiban para debitur yang pernah menerima fasilitas BLBI.

    "Pelunasan ini tidak mengurangi hak tagih negara atas kewajiban dari para obligor atau debitur BLBI. Pemerintah akan terus melanjutkan proses penagihan karena negara memiliki hak tagih yang sah," tegasnya.

    Dengan tuntasnya pembayaran ini, pemerintah berharap beban sejarah masa lalu dapat terselesaikan dengan baik, sekaligus menjadi pelajaran berharga dalam menjaga stabilitas kebijakan makroekonomi nasional di masa depan.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Siloam Siapkan Triliunan Rupiah Borong Aset RS

    22-09-2026 - 23.06

    IHSG Terjun Bebas ke Zona Merah

    22-09-2026 - 23.02

    Aksi Diam Edwin Soeryadjaya Borong Saham SRTG

    22-09-2026 - 20.06

    Rupiah Merosot IHSG Anjlok Tajam

    22-09-2026 - 18.06

    Status Manajer KDKMP Bukan Pegawai BUMN

    22-09-2026 - 18.02

    Pasar Saham Merah Membara BYAN Jadi Biang Kerok

    22-09-2026 - 13.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Siloam Siapkan Triliunan Rupiah Borong Aset RS

    agroplus.co.id – Raksasa penyedia layanan kesehatan, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), tengah bersiap melakukan…

    IHSG Terjun Bebas ke Zona Merah

    22-09-2026 - 23.02

    Aksi Diam Edwin Soeryadjaya Borong Saham SRTG

    22-09-2026 - 20.06

    Rupiah Merosot IHSG Anjlok Tajam

    22-09-2026 - 18.06
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.