Agroplus – Jakarta, 17 September 2026 – Dinamika pasar saham Indonesia pada perdagangan Kamis kemarin menunjukkan pergeseran fokus yang menarik dari para investor asing. Setelah beberapa hari sebelumnya didominasi oleh minat pada sektor pertambangan, kini dana segar dari investor global terpantau beralih haluan. Saham perbankan, khususnya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), menjadi magnet utama, sementara sejumlah emiten tambang justru masuk daftar yang paling banyak dilepas.
Pergerakan ini cukup kontras dengan tren yang terjadi dua hari sebelumnya, di mana saham-saham tambang menjadi incaran utama. Meskipun demikian, secara keseluruhan, investor asing masih membukukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp160,2 miliar pada perdagangan hari itu. Angka tersebut berasal dari total transaksi beli senilai Rp4,289 triliun dan penjualan sebesar Rp4,129 triliun.

Di tengah aliran dana asing yang terbilang moderat tersebut, BMRI berhasil mencuri perhatian dengan menjadi saham yang paling banyak diborong. Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih fantastis sebesar Rp208,5 miliar untuk saham BMRI. Total pembelian mencapai Rp425 miliar, jauh melampaui nilai penjualan yang hanya Rp216,5 miliar. Pembelian masif ini turut menopang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di mana BMRI menjadi kontributor kenaikan indeks terbesar dengan sumbangan 7,81 poin.
Sebaliknya, beberapa raksasa tambang harus rela ditinggalkan oleh investor asing. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi korban terbesar dengan catatan penjualan bersih asing mencapai Rp147,8 miliar. Nilai penjualan saham AMMN oleh asing mencapai Rp272,5 miliar, sementara pembelian hanya Rp124,7 miliar. Emiten tambang lainnya seperti PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga masuk daftar saham yang dilepas, dengan net sell masing-masing sebesar Rp42,2 miliar dan Rp13,5 miliar.
Namun, penting untuk dicatat bahwa pergeseran ini belum bisa diartikan sebagai rotasi sektoral yang menyeluruh. Buktinya, beberapa saham perbankan papan atas lainnya justru masih mencatatkan penjualan bersih oleh asing. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), misalnya, mengalami net sell sebesar Rp30,9 miliar, diikuti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan net sell sebesar Rp24,2 miliar. Di sisi lain, tidak semua saham tambang mengalami tekanan. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) justru mampu memberikan kontribusi positif bagi IHSG pada perdagangan kemarin.
Pada penutupan perdagangan, IHSG sendiri berhasil menguat 25,58 poin atau 0,40%, bertengger di level 6.462,43. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.500,41 dan terendah 6.418,13 sepanjang hari. Sebanyak 407 saham menguat, 255 saham melemah, dan 301 saham tidak berubah, mencerminkan dinamika pasar yang terus bergerak. Informasi lebih lanjut mengenai pergerakan pasar dapat Anda temukan di agroplus.co.id.
