Agroplus – Emiten hiburan milik selebriti Raffi Ahmad, PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), akhirnya membuka tabir penggunaan dana segar hasil penawaran umum perdana saham (IPO) yang telah sukses dilaksanakan sebulan lalu. Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, secara lugas menjelaskan bahwa sebagian besar dana awal dialokasikan untuk pelunasan utang perusahaan.
Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Nagita mengungkapkan, "Untuk dana IPO sendiri, sebenarnya yang baru direalisasikan itu adalah pelunasan utang. Ini sekarang, semuanya masih on going, sesuai dengan prospektus." Meskipun ia tidak dapat merinci secara spesifik, pernyataan ini sejalan dengan prospektus perseroan yang mencatat sekitar Rp 29,95 miliar atau 6,98% dari total dana IPO dialokasikan untuk pembayaran kredit dan investasi. Langkah ini menunjukkan komitmen RANS dalam menyehatkan struktur keuangannya pasca-melantai di bursa.

Selain fokus pada restrukturisasi keuangan, Nagita juga mengungkapkan langkah strategis RANS pasca-IPO. Perusahaan menggandeng PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) dalam kemitraan strategis yang kuat. Kolaborasi ini akan memanfaatkan kekayaan intelektual (IP) RANS, mencakup live entertainment, musik, festival, dan pengalaman keluarga. "Integrasi ini membuktikan bahwa sinergi antara corporate brand dan creator platform sangat mungkin terwujud," imbuhnya, menyoroti potensi besar dari penggabungan kekuatan merek dan konten kreatif.
Dari pihak Mayora, Global Marketing Director Ricky Afrianto menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, kemitraan ini tidak hanya akan memperkuat ekuitas merek seluruh produk Mayora, tetapi juga menjadi wujud komitmen dalam mendukung pertumbuhan industri kreatif serta ekonomi lokal di berbagai daerah Indonesia. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi kedua belah pihak dan masyarakat luas.
Sebagai informasi tambahan, RANS sebelumnya telah menerbitkan 2.525.000.000 saham baru, setara dengan 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga penawaran Rp 170 per saham, RANS berhasil menghimpun dana fantastis sebesar Rp 429,25 miliar dari pasar modal, menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi bisnis perusahaan.
Lebih lanjut, Nagita merinci bahwa selain pembayaran utang, sisa dana hasil IPO akan menjadi pendorong utama strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Alokasi dana tersebut meliputi sekitar 37,61% atau Rp 161,5 miliar untuk penyelenggaraan konser berskala besar, 19,80% atau Rp 85 miliar untuk akuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia, serta 18,64% atau Rp 80 miliar untuk pengembangan wahana bermain dan belajar "Cipungland" yang inovatif. Tak hanya itu, RANS juga mengalokasikan 8,15% atau Rp 35 miliar untuk investasi pada perusahaan patungan berbasis Artificial Intelligence (AI) bersama PT Feedloop Global Teknologi, dan Rp 37,8 miliar untuk memperkuat modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.
Dengan strategi alokasi dana yang komprehensif ini, RANS menunjukkan keseriusannya tidak hanya dalam menyehatkan keuangan, tetapi juga dalam berekspansi ke berbagai sektor kreatif dan teknologi. Langkah-langkah ini menjanjikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inovatif di masa depan, memperkuat posisi RANS sebagai pemain kunci di industri hiburan dan kreatif tanah air.
