Terungkap! Pengendali BUDI Borong Saham Jumbo Harga Murah!
Agroplus – Sebuah manuver signifikan terjadi di pasar modal yang melibatkan PT Budi Starch & Sweetener (BUDI), pemain kunci di industri pengolahan singkong. Pengendali emiten ini, PT Budi Delta Swakarya, dilaporkan telah memborong saham BUDI dalam jumlah masif, mencapai 204 juta lembar. Transaksi bernilai fantastis Rp43 miliar ini dilakukan dengan harga yang disebut-sebut sebagai kesempatan emas bagi investor jangka panjang.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 11 Agustus 2026, aksi korporasi ini sejatinya dieksekusi pada tanggal 5 Agustus 2026. Setiap lembar saham BUDI dibeli dengan harga Rp210, sebuah angka yang menarik perhatian banyak pihak, mengingat posisi BUDI sebagai salah satu produsen pati dan pemanis dari singkong terbesar di Indonesia.
Pembelian jumbo ini secara langsung memperkuat posisi PT Budi Delta Swakarya sebagai pemegang saham mayoritas. Sebelum transaksi, porsi kepemilikan mereka tercatat sebanyak 1.487.271.833 lembar saham atau setara 33,11%. Kini, setelah penambahan 204 juta saham, total kepemilikan melonjak menjadi 1.690.967.732 lembar saham, yang merepresentasikan 37,65% dari seluruh saham BUDI. Ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 4,54% dalam genggaman pengendali.
Dalam penjelasannya, manajemen BUDI secara tegas menyatakan bahwa tujuan utama dari pembelian saham ini adalah untuk investasi jangka panjang. Pernyataan ini memberikan sinyal kuat mengenai kepercayaan pengendali terhadap prospek bisnis BUDI di masa depan, khususnya dalam sektor pengolahan hasil pertanian seperti singkong yang memiliki potensi besar di tengah kebutuhan pangan dan industri.
Yang membuat transaksi ini semakin menarik adalah fakta bahwa harga pembelian Rp210 per saham terbilang lebih rendah dibandingkan harga pasar saat itu, yang berada di kisaran Rp220 per saham. Ini mengindikasikan bahwa pengendali berhasil mengakuisisi saham dengan "diskon" yang cukup menguntungkan. Pada penutupan perdagangan hari ini, harga saham BUDI sendiri berada di level Rp216 per saham, sedikit di atas harga akuisisi. Langkah strategis ini bisa menjadi indikator positif bagi investor lain yang melirik potensi pertumbuhan emiten berbasis pertanian ini, serta menunjukkan keyakinan kuat terhadap fundamental dan masa depan industri singkong di Indonesia.
