Agroplus – PT Bank Mega Syariah (BMS) kembali menunjukkan hasil positif dari "benih" strategi yang mereka tanam. Produk Tabungan Haji, yang diibaratkan sebagai ladang subur bagi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan dana murah (CASA), kini tengah "panen" pertumbuhan signifikan. Ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi untuk merencanakan ibadah haji sejak dini, sebuah persiapan jangka panjang layaknya menanam pohon yang akan berbuah di masa depan.
Direktur Utama Bank Mega Syariah, Yuwono Waluyo, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, nilai Tabungan Haji telah tumbuh lebih dari 12% secara tahunan (Year-on-Year/YoY). Tak hanya dari sisi nominal, jumlah rekening (Number of Account/NoA) pun ikut bertambah lebih dari 5% YoY. Bahkan, secara akumulatif sejak awal tahun (Year-to-Date/YtD), produk ini masih mencatatkan pertumbuhan yang stabil di angka sekitar 5,3%. Angka-angka ini menunjukkan bagaimana kepercayaan masyarakat terus mengalir, menjadikan Tabungan Haji sebagai salah satu pilar kekuatan finansial bank syariah ini.

Yuwono menambahkan, pertumbuhan yang konsisten ini mengindikasikan bahwa masyarakat semakin memahami pentingnya mempersiapkan perjalanan spiritual ke Tanah Suci melalui jalur syariah yang terencana. Ini adalah sebuah "investasi akhirat" yang dibudidayakan dengan cermat.
Bagi Bank Mega Syariah, Tabungan Haji bukan sekadar produk biasa, melainkan elemen strategis vital dalam memperkuat struktur pendanaan. Yuwono menegaskan bahwa potensi bisnis dalam ekosistem haji sangatlah besar dan menjanjikan, mengingat kebutuhan masyarakat untuk membiayai ibadah haji bersifat jangka panjang dan berkelanjutan, mirip dengan siklus pertanian yang membutuhkan perencanaan bertahun-tahun. "Tabungan Haji menjadi salah satu produk strategis Bank Mega Syariah dalam memperkuat dana murah sekaligus mendukung pertumbuhan DPK perseroan. Potensi ekosistem haji masih sangat besar, karena kebutuhan masyarakat untuk mempersiapkan ibadah haji bersifat jangka panjang dan berkelanjutan," ujarnya.
Sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH), Bank Mega Syariah terus memperkuat perannya dalam ekosistem haji nasional. Mereka aktif "menabur benih" akuisisi nasabah baru, mempererat hubungan dengan nasabah setia, serta memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai mitra dalam ekosistem haji dan umrah.
Strategi ini diwujudkan melalui program pemasaran yang lebih terarah, edukasi intensif mengenai perencanaan haji sejak usia produktif, hingga kolaborasi erat dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), majelis taklim, Kantor Urusan Agama (KUA), komunitas, perusahaan, dan perguruan tinggi. Bank Mega Syariah juga tak henti-hentinya membuka booth di berbagai acara untuk memperluas jangkauan layanan Tabungan Haji, memastikan akses mudah bagi siapa pun yang ingin memulai perjalanan spiritualnya.
Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan, Bank Mega Syariah juga telah menyerahkan hadiah utama (Grand Prize) Program Poin Haji Berkah. Hadiah berupa Voucher Haji Khusus/Plus senilai Rp245 juta telah diserahkan kepada salah satu nasabah beruntung. Program loyalitas yang telah berjalan sejak April 2025 ini juga menyediakan hadiah menarik lainnya, seperti voucher umrah senilai Rp29,2 juta dan sepeda motor. Yuwono berharap, program semacam ini dapat semakin memotivasi masyarakat untuk "menanam" kedisiplinan dalam mempersiapkan biaya ibadah haji sejak usia produktif, memastikan impian suci tersebut dapat terwujud dengan perencanaan yang matang.
