Agroplus – Pasar saham Indonesia kembali menunjukkan taringnya pada perdagangan hari ini, membawa angin segar bagi para investor dan pelaku ekonomi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level psikologis 6.400, sebuah capaian yang sempat menjadi tantangan dalam beberapa sesi terakhir. Kenaikan signifikan sebesar 95,68 poin atau setara 1,51% ini mengantarkan IHSG parkir di level 6.430,15 pada penutupan sesi pertama.
Geliat pasar tak hanya tercermin dari angka indeks. Sepanjang pagi, IHSG bergerak dinamis di rentang 6.338,24 hingga mencapai puncak intraday 6.437,20, menegaskan momentum positif yang kuat. Aktivitas perdagangan pun meningkat drastis, dengan nilai transaksi mencapai Rp 11,90 triliun, melibatkan 34,81 miliar saham yang berpindah tangan melalui 1,75 juta kali transaksi. Tak ketinggalan, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turut membengkak menjadi Rp 11.286 triliun, bertambah nyaris Rp200 triliun dari posisi sebelumnya.

Menurut pengamatan Herditya, Analis dari MNC Sekuritas, lonjakan IHSG hari ini tak lepas dari peran sentral perusahaan-perusahaan konglomerasi dan emiten di sektor energi. "Penguatan ini kami perkirakan didorong oleh emiten konglomerasi dan komoditas energi serta emas, yang mana harga minyak mentah dan emas terpantau naik di tengah kembali memanasnya konflik di Timur Tengah," jelasnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (23/7/2026). Stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS juga disebutnya turut menjadi faktor pendukung yang memberikan ketenangan bagi pasar.
Senada dengan pandangan tersebut, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menambahkan bahwa sektor tambang menjadi salah satu penopang utama. "Valuasi saham-saham IHSG di level sekarang memang sangat menarik, khususnya hari ini sektor energi terdukung oleh harga minyak mentah dunia yang kembali naik, serta sektor properti yang merespon positif langkah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan," ujarnya, menggarisbawahi daya tarik investasi di tengah kondisi pasar saat ini.
Secara sektoral, reli penguatan IHSG kali ini memang ditopang oleh berbagai pilar ekonomi. Sektor properti memimpin dengan kenaikan fantastis 6,12%, disusul energi 3,21%, utilitas 2,91%, dan barang baku 2,86%. Hanya sektor kesehatan yang sedikit loyo, bergerak tipis di zona merah sebesar 0,27%.
Beberapa saham menjadi bintang lapangan yang paling berkontribusi pada penguatan IHSG. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin dengan sumbangan 9,56 poin. Diikuti oleh PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) sebesar 7,68 poin, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 6,74 poin, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) 5,21 poin, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) 4,56 poin, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) 3,82 poin, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 3,42 poin.
Namun, tak semua saham ikut berpesta. Beberapa emiten besar justru menjadi pemberat indeks, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang memangkas 4,41 poin IHSG. Saham lain yang turut memberikan tekanan adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).
Kenaikan IHSG ini menjadi indikator positif bagi perekonomian nasional, menunjukkan optimisme pasar terhadap prospek pertumbuhan di berbagai sektor, termasuk yang secara tidak langsung mendukung stabilitas dan kemajuan sektor pertanian melalui daya beli dan infrastruktur yang lebih baik.
