IHSG Terbang! Tembus 6.400, Ini Rahasia di Baliknya!
Agroplus – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan taringnya pada perdagangan Kamis (23/7/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memecah kebuntuan setelah berhari-hari ‘tertahan’ di bawah level psikologis 6.400, kini melambung tinggi dan menyuntikkan optimisme baru bagi para pelaku pasar.

Pada sesi pagi yang penuh gairah, IHSG melonjak 1,19% atau setara 75,28 poin, mendarat di posisi 6.409,76. Bahkan, sempat menyentuh puncak intraday di 6.412,62. Denyut nadi pasar terasa kencang dengan nilai transaksi yang membengkak hingga Rp5,36 triliun, melibatkan 15,65 miliar saham yang berpindah tangan dalam 807 ribu kali transaksi. Ini bukan sekadar angka; dominasi aksi beli terlihat jelas dengan 411 saham menguat, berbanding 172 yang melemah. Imbasnya, kapitalisasi pasar BEI turut menggemuk, bertambah sekitar Rp112 triliun, mencapai Rp11.208 triliun.
Pendorong utama di balik lonjakan ini adalah performa cemerlang saham-saham dari sektor komoditas, teknologi, dan perbankan. Secara sektoral, bahan baku menjadi jawara dengan kenaikan 1,15%, diikuti teknologi yang tak kalah gesit 1,11%, energi 0,82%, dan utilitas 0,80%. Uniknya, sektor keuangan justru menjadi satu-satunya yang sedikit tertinggal di zona merah tipis 0,02%, mengindikasikan adanya rotasi dana investor yang mencari peluang di luar sektor finansial.
Di antara deretan saham yang menjadi lokomotif penguatan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) tampil sebagai kontributor terbesar dengan sumbangan 5,84 poin. Disusul kemudian oleh PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) 5,48 poin, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) 4,46 poin, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 4,41 poin, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) 3,53 poin, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 3,37 poin, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 3,26 poin. Namun, tidak semua saham ikut berpesta. Beberapa nama besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra International Tbk (ASII), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) justru memberikan tekanan dan menahan laju indeks.
Dari kacamata analisis teknikal, penembusan level 6.400 ini adalah sinyal yang sangat positif untuk kelanjutan tren jangka pendek. Setelah sempat ‘beristirahat’ dengan koreksi tipis sehari sebelumnya yang mengakhiri reli sembilan hari, IHSG kini kembali bangkit dan mencetak higher high. Posisi indeks yang kokoh di atas weighted moving average (WMA) 9 di kisaran 6.257 semakin memperkuat konfirmasi tren naik. Level 6.400 yang tadinya menjadi tembok penghalang, kini berubah fungsi menjadi lantai penopang yang krusial. Jika mampu bertahan di atas level ini hingga penutupan, pintu menuju 6.450-6.500 akan semakin terbuka lebar. Namun, investor juga perlu waspada; potensi profit taking bisa saja terjadi jika indeks gagal mempertahankan posisi ini, mengingat IHSG telah menguat lebih dari 23% sejak menyentuh titik terendah pada awal Juni.
Sentimen makroekonomi turut menyokong optimisme ini, terutama setelah Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di level 5,25%, sesuai dengan ekspektasi pasar. Meskipun investor asing sempat mencatatkan jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp920,3 miliar pada perdagangan sebelumnya, kekuatan investor domestik dan strategi rotasi ke saham-saham komoditas serta teknologi terbukti ampuh menjaga momentum penguatan pasar saham Indonesia.
