Close Menu
    What's Hot

    Rp113 Miliar Aset Prolife Disita, OJK Tak Tinggal Diam!

    09-07-2026 - 20.06

    Peringatan Dini! Dolar Melonjak, Petani Wajib Tahu Dampaknya!

    09-07-2026 - 15.06

    09-07-2026 - 10.07
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Rp113 Miliar Aset Prolife Disita, OJK Tak Tinggal Diam!
    • Peringatan Dini! Dolar Melonjak, Petani Wajib Tahu Dampaknya!
    • Gebrak! MMIX & Hermina Jamin Kesehatan Generasi Emas 2045
    • IHSG Anjlok Parah! Ancaman Downgrade Mengintai RI
    • Gawat! S&P DJI Ancam Status RI, Dana Kabur?
    • EMMI Mengguncang Bursa! Saham Langsung Meroket 11,7%!
    Jumat, 10 Juli 2026
    agroplus
    Home - Pangan -
    Pangan

    09-07-2026 - 10.073 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    Cuan Gede! Saham, Kripto, Komoditas: Pilih Mana?

    Agroplus – Membangun masa depan finansial yang kokoh bukan lagi pilihan, melainkan keharusan, terutama bagi generasi muda. Di tengah gempuran inflasi yang terus menggerus nilai uang, serta godaan skema cepat kaya yang menyesatkan, investasi legal menjadi mercusuar harapan. Namun, di antara beragam instrumen seperti saham, aset kripto, dan komoditas, mana yang paling menjanjikan? Para pakar keuangan memberikan pandangannya untuk membantu Anda menentukan pilihan.

    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Potensi keuntungan dari investasi legal memang sangat menggiurkan. Ambil contoh saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), yang sejak penawaran umum perdana (IPO) pada 2023, telah membukukan kenaikan fantastis hingga 296%, atau sekitar 98% per tahun. Angka ini jauh melampaui rata-rata inflasi 10 tahun terakhir yang hanya berkisar 2,8% per tahun. Tak hanya saham, dunia aset kripto juga menawarkan imbal hasil yang spektakuler. Bitcoin, misalnya, yang pada 2010 hanya senilai Rp73, kini telah melonjak hingga menyentuh Rp1,1 miliar per koin. Demikian pula dengan investasi komoditas seperti XAUUSD (emas) atau USOIL (minyak), yang dikenal mampu memberikan keuntungan besar, tentu dengan pemahaman risiko yang sepadan.

    Namun, di balik potensi keuntungan itu, terdapat tantangan besar: rendahnya literasi keuangan di kalangan generasi muda. Fakta menunjukkan, banyak mahasiswa dan kaum milenial yang bukannya mengalokasikan dana untuk investasi yang sah, malah terperosok ke dalam jerat judi online. Padahal, dengan pemahaman yang memadai tentang investasi sejak dini, mereka bisa membangun fondasi finansial yang kuat, terhindar dari risiko kerugian akibat judi, dan mulai menjajaki berbagai instrumen investasi legal yang tersedia.

    Mengapa Harus Investasi Sejak Muda? Waktu adalah Kunci!

    Menurut Vier Abdul Jamal, Komisaris Aldicitra Sekuritas, investasi adalah perlombaan melawan waktu. "Waktu adalah aset terbesar yang tidak bisa dibeli kembali," tegasnya. Memulai investasi di usia muda menawarkan segudang keuntungan. Pertama, mempercepat pencapaian kebebasan finansial. Kedua, memanfaatkan kekuatan bunga majemuk, di mana keuntungan akan terus berlipat ganda seiring waktu, bahkan dengan modal awal yang minim. Ketiga, membentuk pola pikir jangka panjang yang strategis, disiplin, dan tidak konsumtif. Keempat, menjadi tameng ampuh melawan inflasi yang secara perlahan mengikis daya beli uang. Kelima, memberikan ruang untuk belajar dari kesalahan kecil yang justru menjadi bekal berharga di masa depan. Dan keenam, membangun aset produktif lebih awal, yang akan terus menghasilkan pendapatan bahkan saat kita tidak aktif bekerja.

    Vier juga menyoroti perbedaan mencolok budaya investasi antara Indonesia dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa. Di sana, investasi dipandang sebagai kebutuhan esensial, bukan sekadar pilihan, dengan fokus pada pertumbuhan kekayaan jangka panjang (10-30 tahun). Berbeda dengan di Indonesia, di mana seringkali "penurunan kecil saja sudah memicu kepanikan. Banyak investor baru justru menjual saat harga turun dan baru membeli ketika harga sudah naik," ujarnya. Budaya investasi di Tanah Air masih banyak diwarnai godaan skema cepat kaya, trading harian, dan spekulasi beris

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Rp113 Miliar Aset Prolife Disita, OJK Tak Tinggal Diam!

    09-07-2026 - 20.06

    Peringatan Dini! Dolar Melonjak, Petani Wajib Tahu Dampaknya!

    09-07-2026 - 15.06

    Gebrak! MMIX & Hermina Jamin Kesehatan Generasi Emas 2045

    09-07-2026 - 05.06

    IHSG Anjlok Parah! Ancaman Downgrade Mengintai RI

    09-07-2026 - 02.06

    08-07-2026 - 20.06

    Gawat! S&P DJI Ancam Status RI, Dana Kabur?

    08-07-2026 - 15.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Rp113 Miliar Aset Prolife Disita, OJK Tak Tinggal Diam!

    Agroplus – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan ketegasannya dalam penegakan hukum di sektor jasa keuangan.…

    Peringatan Dini! Dolar Melonjak, Petani Wajib Tahu Dampaknya!

    09-07-2026 - 15.06

    09-07-2026 - 10.07

    Gebrak! MMIX & Hermina Jamin Kesehatan Generasi Emas 2045

    09-07-2026 - 05.06
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.