Agroplus – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) membuat gebrakan besar di kancah perbankan nasional. Bank syariah terbesar di Indonesia ini tidak main-main dengan ambisinya: mereka menargetkan untuk naik kelas menjadi "bank jumbo" atau Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 dalam waktu 2 hingga 3 tahun ke depan, jauh sebelum tahun 2030. Ini berarti BSI akan memiliki modal inti minimal Rp70 triliun, sebuah lompatan signifikan dari posisinya saat ini.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian tak terpisahkan dari visi besar BSI untuk tahun 2030. Pada tahun tersebut, BSI membidik posisi lima besar bank syariah dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Bukan hanya itu, target ambisius lainnya termasuk menjaring 40 juta nasabah, mengelola total aset hingga Rp1.000 triliun, dan mencapai tingkat pengembalian ekuitas (ROE) sebesar 25%.

"Menjadi KBMI 4 adalah sebuah keharusan bagi kami," ujar Anggoro dalam acara "Ngopi Bareng Media Akselerasi Transformasi Digital BSI" baru-baru ini. Ia menjelaskan bahwa saat ini BSI berada di KBMI 3 dengan modal inti sekitar Rp50-51 triliun. Dengan target ini, BSI akan sejajar dengan bank-bank BUMN besar lainnya yang sudah lebih dulu menyandang status KBMI 4. Saat ini, hanya ada empat bank di Indonesia yang masuk dalam kategori bank jumbo tersebut, dan BSI bertekad menjadi yang kelima.
Untuk mencapai status bank jumbo tersebut, Anggoro mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mengeksplorasi berbagai opsi. Meskipun belum merinci secara detail apakah akan melalui jalur merger dengan entitas lain atau penambahan modal inti, ia memastikan bahwa jalur pertumbuhan organik pun masih sangat memungkinkan. "Kami masih menjajaki beberapa hal, karena secara organik pun kami yakin bisa," tambahnya, menunjukkan fleksibilitas strategi BSI.
Selain target KBMI 4, BSI juga berkomitmen untuk memenuhi ketentuan free float saham minimum 15% pada tahun depan. Saat ini, kepemilikan saham publik (free float) BRIS masih berada di kisaran 9,91%. Anggoro menekankan bahwa koordinasi intensif sedang dilakukan dengan para pemegang saham utama seperti BNI, BRI, Bank Mandiri, serta pengendali saham Danantara, untuk merealisasikan target ini. Skema pelaksanaannya masih dalam pembahasan, namun BSI optimis dapat mencapai ambang batas tersebut dalam tahun ini.
Dengan berbagai target ambisius ini, BSI tidak hanya ingin menjadi pemimpin di pasar perbankan syariah domestik, tetapi juga siap bersaing di panggung global. Langkah-langkah strategis yang sedang disiapkan menunjukkan keseriusan BSI untuk bertransformasi menjadi kekuatan finansial yang diperhitungkan, membawa nama Indonesia ke jajaran teratas perbankan syariah dunia.
