Agroplus – Industri otomotif dan logistik nasional bersiap menyambut era baru dengan kehadiran raksasa produsen ban asal China, Sailun. Perusahaan ini telah merampungkan pembangunan pabrik senilai Rp 4,25 triliun di Demak, Jawa Tengah, yang dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada Januari 2026. Kehadiran fasilitas produksi berskala besar ini diprediksi akan mengubah dinamika pasar ban di Indonesia secara signifikan.
Direktur Sales & Marketing PT Sailun Tire Indonesia, Eko Supriyatin, mengungkapkan bahwa kehadiran Sailun di pasar domestik telah mendapat sambutan hangat. Merek-merek unggulan mereka seperti Sailun, RoadX, Blackhawk, dan Maxam kini telah aktif dipasarkan dan menunjukkan tren permintaan yang terus meningkat dari konsumen. Respon positif ini menjadi indikator awal keberhasilan strategi penetrasi pasar Sailun di Tanah Air.

Dengan visi ambisius, Sailun menargetkan kapasitas produksi ban radial yang masif. Untuk ban kendaraan penumpang (PCR), targetnya mencapai 6 juta unit per tahun. Sementara itu, segmen ban bus dan truk (TBR) diincar hingga 1 juta unit per tahun, dan ban alat berat (OTR) sebanyak 40 ribu unit per tahun. Tak hanya ban jadi, produksi komponen ban juga menjadi fokus dengan target 1,5 juta unit per tahun. Sebagai langkah awal, Sailun optimis dapat mencapai 50% dari total target produksi tersebut hingga tahun 2027, menunjukkan komitmen serius dalam menggarap pasar Indonesia.
Kunci strategi Sailun terletak pada pemanfaatan teknologi mutakhir dalam proses produksinya. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan ban yang tidak hanya efisien dan presisi, tetapi juga mampu ditawarkan dengan harga jual yang sangat kompetitif di pasar Indonesia. Kombinasi kualitas dan harga yang menarik diharapkan menjadi daya saing utama mereka dalam merebut pangsa pasar yang ada.
Bagaimana Sailun akan merealisasikan target dan strategi bisnisnya yang agresif di Indonesia? Publik dapat menyimak lebih lanjut dialog mendalam antara Dina Gurning dengan Direktur Sales & Marketing PT Sailun Tire Indonesia, Eko Supriyatin, dalam program AutoBizz CNBC Indonesia yang tayang pada Selasa, 14 April 2026.
