Agroplus – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini membawa kabar positif dari World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss, dengan menyatakan bahwa tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia terus menunjukkan penurunan signifikan ke level terendah. Pernyataan ini tentu menjadi angin segar dan menegaskan komitmen pemerintah dalam upaya gigih mengentaskan kemiskinan serta meningkatkan taraf ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Namun, di tengah optimisme tersebut, penting bagi kita untuk memahami bagaimana sebenarnya masyarakat dikelompokkan dalam berbagai golongan ekonomi. Sebuah laporan dari GoBankingRates menguraikan lima ciri utama yang seringkali melekat pada segmen masyarakat kelas menengah bawah dan kelas bawah. Mari kita telaah lebih jauh untuk memahami indikator-indikator ini.
1. Tempat Tinggal: Fondasi Keamanan dan Kesejahteraan

Rumah bukan sekadar bangunan, melainkan fondasi keamanan dan kenyamanan bagi sebuah keluarga, sekaligus menjadi salah satu pengeluaran terbesar. Jika Anda menghadapi kesulitan serius untuk mampu tinggal di rumah yang nyaman, aman, dan berada di lingkungan yang layak, ini bisa menjadi indikator kuat bahwa Anda termasuk dalam kategori kelas menengah bawah atau kelas bawah. Ini mencerminkan tantangan dalam memenuhi kebutuhan dasar yang esensial untuk kualitas hidup yang baik.
2. Pekerjaan: Cerminan Peluang dan Penghasilan
Jenis pekerjaan seringkali menjadi penanda yang jelas dalam stratifikasi ekonomi. Profesi yang umumnya dikategorikan sebagai "kerah biru" seperti pelayan restoran, sopir truk, pegawai ritel, pekerja manufaktur, atau jasa kebersihan, biasanya menunjukkan posisi di tingkat ekonomi yang lebih rendah. Nathan Brunner, CEO Salarship, menjelaskan bahwa seseorang dianggap berada di kelas menengah jika bekerja dalam posisi manajerial atau pekerjaan yang membutuhkan spesialisasi. Sebaliknya, pekerjaan yang hanya membutuhkan keahlian rendah, bersifat sementara, dengan upah minim dan sedikit tunjangan, cenderung menempatkan pekerja pada status sosial kelas bawah. Meskipun demikian, profesi seperti guru, perawat, akuntan, atau pekerja IT bisa berada di antara kelas pekerja atau kelas menengah, tergantung pada tingkat senioritas dan sertifikasi yang dimiliki.
3. Tabungan dan Investasi: Kemewahan yang Sulit Diraih
Memiliki tabungan yang cukup dan rencana investasi jangka panjang merupakan penyangga keuangan yang krusial serta membuka peluang untuk membangun kekayaan di masa depan. Namun, bagi sebagian besar masyarakat kelas bawah, membangun cadangan finansial ini seringkali terasa seperti kemewahan yang sulit dijangkau. Apabila Anda tidak memiliki tabungan yang memadai atau bahkan tidak memiliki rencana pensiun sama sekali, ini dapat menjadi indikator kuat bahwa Anda termasuk dalam golongan ekonomi kelas bawah. Keterbatasan ini menghambat kemampuan untuk menghadapi krisis atau merencanakan masa depan yang lebih stabil.
4. Gaya Hidup: Ruang untuk Kesenangan Kecil
Mampukah Anda berlibur setiap tahun? Sering makan di luar atau membeli barang baru tanpa terlalu khawatir akan dampaknya pada anggaran? Kesenangan-kesenangan kecil seperti ini membutuhkan dasar keamanan finansial. Kemampuan untuk menikmati pengeluaran sesekali, yang menunjukkan adanya "ruang" dalam anggaran, lebih mencerminkan stabilitas yang umumnya dimiliki oleh kelas menengah. Jika hal-hal semacam ini terasa berat dan hanya bisa diwujudkan dengan pengorbanan besar karena keterbatasan anggaran, ini bisa menjadi tanda bahwa Anda berada di kelas bawah. Pengelolaan anggaran yang cerdas memang bisa membantu, namun kebebasan ekonomi untuk memilih adalah indikator penting.
5. Pendidikan: Jembatan Menuju Peluang Lebih Baik
Tingkat pendidikan tertinggi yang Anda capai seringkali menjadi indikator yang cukup akurat untuk posisi Anda dalam tangga ekonomi. Memiliki gelar sarjana, misalnya, secara umum menempatkan seseorang di kelas menengah. Pendidikan tinggi membuka gerbang menuju pekerjaan dengan gaji yang lebih baik dan peluang yang lebih luas. Sebaliknya, jika biaya kuliah terasa terlalu mahal dan Anda tidak memiliki akses untuk mengikutinya, ini bisa menjadi tanda bahwa Anda termasuk dalam golongan kelas bawah. Hambatan sistemik seringkali menjadi penghalang bagi individu dari kelas bawah untuk mengakses pendidikan yang lebih tinggi, yang pada gilirannya membatasi mobilitas sosial dan ekonomi mereka.
Kelima ciri ini menawarkan gambaran tentang bagaimana status ekonomi seseorang dapat diidentifikasi. Meskipun pemerintah terus berupaya keras menurunkan angka kemiskinan, pemahaman akan indikator-indikator ini penting untuk merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran dan mendukung peningkatan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Ini bukan sekadar label, melainkan refleksi dari tantangan dan peluang yang dihadapi individu dalam perjalanan ekonomi mereka.
