Close Menu
    What's Hot

    Rahasia Militer Jadi Ladang Cuan Miliaran

    25-10-2026 - 15.06

    Sembilan Perusahaan Siap Melantai di Bursa

    25-10-2026 - 15.02

    Misteri Nasib Rupiah dan IHSG

    25-10-2026 - 13.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Rahasia Militer Jadi Ladang Cuan Miliaran
    • Sembilan Perusahaan Siap Melantai di Bursa
    • Misteri Nasib Rupiah dan IHSG
    • Kebangkitan Bursa Saham Yunani
    • Ketegangan Timur Tengah Picu Harga Minyak Melonjak
    • Rupiah Terpuruk Tembus Rp18.000 per Dolar
    • Daftar Saham yang Jadi Rebutan Meski Asing Kabur
    • Misteri Dolar AS Tembus Rp18 Ribu
    Minggu, 25 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Rahasia Militer Jadi Ladang Cuan Miliaran
    Pangan

    Rahasia Militer Jadi Ladang Cuan Miliaran

    25-10-2026 - 15.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Dunia militer Amerika Serikat tengah diguncang oleh skandal besar yang melibatkan penyalahgunaan informasi rahasia negara demi keuntungan pribadi. Seorang anggota tentara aktif kini terancam mendekam di balik jeruji besi hingga dua dekade setelah diduga meraup keuntungan fantastis dari aktivitas perdagangan ilegal atau insider trading.

    Tersangka dalam kasus ini adalah Gannon Ken Van Dyke, seorang personel militer yang bertugas di Fort Bragg, North Carolina. Van Dyke diduga kuat memanfaatkan data sensitif terkait operasi militer Amerika Serikat untuk melakukan taruhan di pasar prediksi. Informasi rahasia yang ia gunakan berkaitan dengan misi penangkapan pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro. Dari aksi spekulasi yang sangat berisiko ini, Van Dyke dilaporkan berhasil mengantongi keuntungan bersih mencapai lebih dari US$400.000 atau setara dengan Rp7,2 miliar.

    Rahasia Militer Jadi Ladang Cuan Miliaran
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Berdasarkan dokumen dakwaan federal yang terungkap, Van Dyke menggunakan platform Polymarket, sebuah pasar prediksi berbasis teknologi blockchain, untuk memasang taruhan. Antara bulan Desember hingga Januari, ia tercatat melakukan sekitar 13 kali taruhan dengan total modal awal sebesar US$33.034. Taruhan tersebut mencakup prediksi mengenai keterlibatan pasukan AS di Venezuela serta kemungkinan jatuhnya kekuasaan Maduro.

    Setelah berhasil memenangkan taruhan dan meraup keuntungan miliaran rupiah, Van Dyke tidak lantas berhenti. Ia diduga mencoba menyamarkan jejak uangnya dengan memindahkan sebagian besar dana tersebut ke dalam brankas kripto di luar negeri, sebelum akhirnya dialihkan ke akun broker daring yang baru. Langkah ini diduga dilakukan untuk menghindari deteksi otoritas setelah muncul laporan mengenai aktivitas perdagangan yang tidak wajar di platform Polymarket.

    Pelaksana tugas Jaksa Agung AS, Todd Blanche, memberikan pernyataan keras terkait insiden ini. Ia menegaskan bahwa setiap personel militer diberikan akses terhadap informasi rahasia demi kelancaran misi keamanan nasional, bukan untuk dijadikan alat mencari kekayaan pribadi. Blanche juga mengingatkan bahwa meskipun pasar prediksi berbasis kripto adalah fenomena baru, hukum federal mengenai perlindungan informasi keamanan nasional tetap berlaku mutlak dan tidak bisa ditawar.

    Atas tindakan tersebut, Van Dyke kini menghadapi serangkaian dakwaan berat, mulai dari pelanggaran Commodity Exchange Act, penipuan melalui transmisi elektronik (wire fraud), hingga transaksi moneter ilegal. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman penjara maksimal antara 10 hingga 20 tahun.

    Kasus ini awalnya ditangani di pengadilan federal North Carolina sebelum akhirnya dialihkan ke pengadilan federal Manhattan untuk pendalaman lebih lanjut. Pihak Polymarket sendiri menyatakan telah bekerja sama penuh dengan Departemen Kehakiman AS dalam mengidentifikasi pengguna yang menggunakan informasi pemerintah secara ilegal. Hingga saat ini, pihak Pentagon maupun Angkatan Darat AS masih enggan memberikan komentar resmi terkait status hukum sang tentara.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Sembilan Perusahaan Siap Melantai di Bursa

    25-10-2026 - 15.02

    Misteri Nasib Rupiah dan IHSG

    25-10-2026 - 13.06

    Kebangkitan Bursa Saham Yunani

    25-10-2026 - 13.02

    Ketegangan Timur Tengah Picu Harga Minyak Melonjak

    25-10-2026 - 10.06

    Rupiah Terpuruk Tembus Rp18.000 per Dolar

    25-10-2026 - 10.02

    Daftar Saham yang Jadi Rebutan Meski Asing Kabur

    25-10-2026 - 08.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Rahasia Militer Jadi Ladang Cuan Miliaran

    agroplus.co.id – Dunia militer Amerika Serikat tengah diguncang oleh skandal besar yang melibatkan penyalahgunaan informasi…

    Sembilan Perusahaan Siap Melantai di Bursa

    25-10-2026 - 15.02

    Misteri Nasib Rupiah dan IHSG

    25-10-2026 - 13.06

    Kebangkitan Bursa Saham Yunani

    25-10-2026 - 13.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.