agroplus.co.id – Kabar gembira bagi para pelancong Indonesia yang memiliki rencana perjalanan ke luar negeri. Sistem pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kini tengah bersiap untuk memperluas jangkauan lintas negaranya. Tidak tanggung-tanggung, tiga negara besar yakni Arab Saudi, Hong Kong, dan India masuk dalam radar perluasan ekosistem pembayaran digital ini.
Ketua Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Santoso, mengungkapkan bahwa ekspansi ini merupakan langkah strategis untuk memudahkan transaksi masyarakat Indonesia saat berada di mancanegara. Dari ketiga negara target tersebut, Arab Saudi diprediksi akan menjadi negara berikutnya yang terhubung dengan sistem QRIS Bank Indonesia dalam waktu dekat.

Santoso menjelaskan bahwa fokus utama pada tahun ini adalah melakukan uji coba operasional dengan pihak Arab Saudi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa secara teknis, integrasi sistem pembayaran antara kedua negara dapat berjalan dengan mulus tanpa kendala saat digunakan oleh masyarakat.
"Mudah-mudahan tahun ini kita bisa melakukan uji coba operasionalnya terlebih dahulu agar berjalan dengan baik," ujar Santoso saat memberikan keterangan di Jakarta, Selasa (14/10/2026).
Selain Arab Saudi, Hong Kong juga disebut-sebut memiliki peluang besar untuk segera bergabung dalam ekosistem QRIS antarnegara pada tahun yang sama. Jika integrasi ini berhasil, masyarakat Indonesia yang berkunjung ke Hong Kong tidak perlu lagi repot mencari mesin ATM atau menukar uang tunai dalam jumlah besar, cukup dengan memindai kode QR yang tersedia.
Namun, berbeda dengan Arab Saudi dan Hong Kong, rencana kerja sama dengan India tampaknya akan memakan waktu sedikit lebih lama. Meskipun proses pengembangan teknis dengan India sebenarnya sudah dimulai sejak dua tahun yang lalu, proses negosiasi antarnegara masih berjalan cukup alot.
Menurut Santoso, terdapat beberapa poin keberatan dan perhatian khusus dari pihak India yang harus diselesaikan melalui diskusi mendalam. "Dengan India, pengembangan sebenarnya sudah dimulai lebih dari dua tahun. Namun, negosiasinya cukup menantang. Kami sedang menyiapkan segala sesuatunya karena mereka memiliki beberapa pertimbangan tertentu," tambahnya. Oleh karena itu, implementasi penuh di India kemungkinan besar baru akan terealisasi pada tahun depan.
Di sisi lain, kabar positif juga datang dari negara tetangga, Timor Leste. Setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, dan Gubernur Banco Central de Timor Leste, Hölder Lopes, proses pengembangan konektivitas pembayaran akan segera dimulai pada November mendatang.
Hingga saat ini, layanan QRIS lintas negara (cross-border) sudah sukses beroperasi di enam negara, yaitu China, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang. Kehadiran negara-negara baru ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi digital global serta memberikan kemudahan transaksi yang lebih luas bagi masyarakat.
