Close Menu
    What's Hot

    IHSG Tertekan di Tengah Gejolak Global

    14-10-2026 - 02.06

    Proyek Emas Aceh Terhenti Total

    14-10-2026 - 02.02

    Nasib Lender Pindar Bermasalah

    14-10-2026 - 00.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • IHSG Tertekan di Tengah Gejolak Global
    • Proyek Emas Aceh Terhenti Total
    • Nasib Lender Pindar Bermasalah
    • Prancis Ambil Alih Tambang Nikel Raksasa RI
    • Gejolak Global Picu Harga Minyak Melejit
    • Pembiayaan Alat Berat Lesu Ada Apa
    • Aturan Baru OJK Lindungi Lender Pinjol
    • Rencana Besar Merger Asuransi BUMN
    Rabu, 14 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Proyek Emas Aceh Terhenti Total
    Pangan

    Proyek Emas Aceh Terhenti Total

    14-10-2026 - 02.023 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Ambisi PT Gayo Mineral Resources (GMR), anak usaha dari PT Darma Henwa Tbk (DEWA), untuk mengembangkan proyek tambang emas dan tembaga di Aceh kini tengah menghadapi jalan buntu. Proyek strategis yang diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi perusahaan ini dilaporkan mengalami stagnasi total akibat kombinasi rumit antara kendala birokrasi perizinan dan hantaman bencana alam yang tak terduga.

    Berdasarkan laporan aktivitas eksplorasi terbaru untuk periode Juli hingga September 2026, perusahaan mencatatkan angka nol meter untuk kegiatan pengeboran baru selama kuartal ketiga tahun tersebut. Kondisi ini merupakan kelanjutan dari penundaan yang telah berlangsung sejak awal Maret 2026. Penyebab utamanya adalah belum terbitnya Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang menjadi syarat mutlak untuk melanjutkan operasional di lapangan.

    Proyek Emas Aceh Terhenti Total
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Padahal, jika merujuk pada rencana awal, pengeboran Fase #2B di kawasan Prospek Upper Tengkereng (UT) seharusnya sudah berjalan sejak Februari 2026 dan diproyeksikan terus berlanjut hingga pertengahan 2027. Akibat penghentian paksa ini, total kedalaman pengeboran yang telah dilakukan sejak awal proyek tidak mengalami penambahan dan tertahan di angka 31.485,75 meter. Ironisnya, meskipun aktivitas fisik di lapangan berhenti, beban biaya tetap membengkak. GMR tercatat harus menggelontorkan dana eksplorasi sebesar Rp14,51 miliar selama kuartal III-2026 untuk pemeliharaan di area Upper Tengkereng dan Southeast Tengkereng.

    Situasi semakin pelik ketika faktor alam turut memperburuk keadaan. Wilayah Aceh dan sekitarnya dilanda banjir bandang serta tanah longsor yang mengakibatkan akses logistik menuju lokasi tambang terputus total. Bencana ini juga merusak infrastruktur penting, termasuk dua bendung pemantau debit sungai yang digunakan untuk studi ketersediaan air permukaan. Kerusakan ini memaksa perusahaan untuk merancang ulang desain sistem pemantauan air guna memastikan keberlanjutan operasi di masa depan.

    Selain masalah alam, tantangan administratif terkait kepemilikan lahan juga menjadi batu sandungan. Meski pemetaan menggunakan teknologi drone telah dilakukan, perusahaan masih kesulitan mengamankan akses di titik bor krusial, yakni titik 9 dan 10 di kawasan Southeast Tengkereng. Tanpa kepastian lahan, pengeboran tahap berikutnya mustahil untuk dilaksanakan.

    Di tengah kebuntuan lapangan, GMR mencoba mengalihkan fokus pada penguatan data teknis. Perusahaan telah menunjuk SRK Consulting (Australasia) Pty Ltd untuk melakukan audit JORC secara independen. Langkah ini diambil guna menyusun estimasi sumber daya yang lebih akurat berdasarkan data pemboran yang telah ada. Selain itu, perusahaan juga tengah melakukan evaluasi mendalam terhadap parameter sumber daya dengan menghitung ulang cut-off grade menggunakan metode ekuivalen tembaga dan emas.

    Target besar perusahaan saat ini adalah mempercepat proses perpanjangan IUP Eksplorasi sekaligus meningkatkan statusnya menjadi IUP Operasi Produksi. Jika izin tersebut segera turun, GMR telah menyiapkan rencana besar untuk mengejar ketertinggalan, termasuk program Ore Body Knowledge sepanjang lebih dari 13.000 meter. Proyek ini nantinya akan dioperasikan dengan konsep tambang bawah tanah canggih, yaitu Underground Block Cave, yang diharapkan mampu mengoptimalkan pengambilan bijih mineral secara efisien.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    IHSG Tertekan di Tengah Gejolak Global

    14-10-2026 - 02.06

    Nasib Lender Pindar Bermasalah

    14-10-2026 - 00.06

    Prancis Ambil Alih Tambang Nikel Raksasa RI

    14-10-2026 - 00.02

    Gejolak Global Picu Harga Minyak Melejit

    13-10-2026 - 23.06

    Pembiayaan Alat Berat Lesu Ada Apa

    13-10-2026 - 23.02

    Aturan Baru OJK Lindungi Lender Pinjol

    13-10-2026 - 20.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    IHSG Tertekan di Tengah Gejolak Global

    agroplus.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pada Selasa (13/10/2026) dengan catatan merah…

    Proyek Emas Aceh Terhenti Total

    14-10-2026 - 02.02

    Nasib Lender Pindar Bermasalah

    14-10-2026 - 00.06

    Prancis Ambil Alih Tambang Nikel Raksasa RI

    14-10-2026 - 00.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.