Close Menu
    What's Hot

    Rupiah Menguat Tipis Lawan Dolar AS

    07-10-2026 - 00.06

    Euro Terjun Bebas ke Level Terendah

    07-10-2026 - 00.02

    IHSG Meroket Tajam ke Level 6.192

    06-10-2026 - 23.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Rupiah Menguat Tipis Lawan Dolar AS
    • Euro Terjun Bebas ke Level Terendah
    • IHSG Meroket Tajam ke Level 6.192
    • Saham Bayan Resources Dilepas Lebih Banyak
    • Franky Widjaja Kini Kendalikan KETR
    • Elon Musk Kembali Jadi Triliuner Dunia
    • Ketimpangan Dividen BUMN Jadi Sorotan
    • Langkah Strategis Danantara di Sektor Migas AS
    Rabu, 7 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - IHSG Meroket Tajam ke Level 6.192
    Pangan

    IHSG Meroket Tajam ke Level 6.192

    06-10-2026 - 23.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa yang sangat impresif pada perdagangan Selasa (6/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan di zona hijau dengan lonjakan yang cukup signifikan. Indeks ditutup menguat sebesar 1,21% atau bertambah 74,07 poin, sehingga mendarat di level 6.192,93.

    Perjalanan IHSG sepanjang hari ini sebenarnya sempat mengalami fluktuasi yang dinamis. Sejak pembukaan pasar, indeks berada di level 6.139,13 dan sempat tertekan hingga menyentuh titik terendah intraday di level 6.120,24. Namun, momentum positif perlahan mulai terbangun, membawa indeks mendaki secara bertahap hingga sempat menyentuh level tertinggi di 6.216,44. Meski sempat mengalami koreksi tipis menjelang penutupan, IHSG tetap mampu mempertahankan dominasi di zona hijau hingga bel penutupan berbunyi.

    IHSG Meroket Tajam ke Level 6.192
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Berdasarkan data aktivitas pasar, volume transaksi yang terjadi mencapai 468,95 juta lot. Jika dikonversi ke dalam nilai nominal, total transaksi yang mengalir di bursa mencapai angka fantastis, yakni Rp10.970,84 miliar atau sekitar Rp10,97 triliun.

    Sektor Energi Jadi Motor Utama

    Kenaikan tajam IHSG hari ini tidak lepas dari performa gemilang sektor-sektor tertentu. Sektor energi menjadi kontributor utama dengan lonjakan mencapai 4,14%. Selain energi, sektor teknologi juga menunjukkan taringnya dengan kenaikan sebesar 2,7%, disusul oleh sektor material dasar yang tumbuh 2,2%.

    Beberapa saham yang menjadi penggerak utama (driver) kenaikan indeks antara lain adalah PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA), PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), serta PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO). Di sisi lain, terdapat beberapa saham yang justru menekan pergerakan indeks, seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), PT Capital Financial Indonesia Tbk. (CASA), dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA).

    Sentimen Global dan Domestik

    Kondisi pasar global memberikan pengaruh yang beragam. Di satu sisi, terdapat perlambatan aktivitas jasa di Jepang serta pelemahan kepercayaan konsumen. Namun, di sisi lain, sektor jasa di zona Euro justru menunjukkan penguatan. Meski demikian, investor tetap waspada terhadap potensi inflasi di kawasan tersebut yang dapat memicu pengetatan kebijakan moneter.

    Fokus pasar global saat ini tertuju pada pidato Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda serta rilis data neraca perdagangan Amerika Serikat (AS). Selain itu, lonjakan imbal hasil US Treasury tenor panjang yang mencapai level tertinggi dalam dua dekade terakhir menjadi perhatian serius bagi investor global. Imbal hasil Treasury 10 tahun naik ke level 5,307%, sementara tenor 30 tahun menyentuh 5,661%.

    Sementara itu, dari sisi domestik, pasar tengah menyoroti antrean penawaran umum yang sedang berjalan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat 29 rencana penawaran umum dengan nilai indikatif mencapai Rp26,47 triliun. Hingga September, total penghimpunan dana melalui penawaran umum telah menyentuh Rp186,03 triliun, mendekati target tahunan sebesar Rp250 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa pasar modal tetap menjadi instrumen krusial bagi korporasi untuk melakukan ekspansi dan pendanaan.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Rupiah Menguat Tipis Lawan Dolar AS

    07-10-2026 - 00.06

    Euro Terjun Bebas ke Level Terendah

    07-10-2026 - 00.02

    Saham Bayan Resources Dilepas Lebih Banyak

    06-10-2026 - 23.02

    Franky Widjaja Kini Kendalikan KETR

    06-10-2026 - 20.06

    Elon Musk Kembali Jadi Triliuner Dunia

    06-10-2026 - 20.02

    Ketimpangan Dividen BUMN Jadi Sorotan

    06-10-2026 - 18.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Rupiah Menguat Tipis Lawan Dolar AS

    agroplus.co.id – Mata uang Garuda menunjukkan performa positif dalam perdagangan Selasa (6/10/2026). Berdasarkan data terbaru,…

    Euro Terjun Bebas ke Level Terendah

    07-10-2026 - 00.02

    IHSG Meroket Tajam ke Level 6.192

    06-10-2026 - 23.06

    Saham Bayan Resources Dilepas Lebih Banyak

    06-10-2026 - 23.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.