agroplus.co.id – PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) secara resmi melakukan langkah strategis besar dengan merambah industri otomotif. Melalui aksi korporasi terbaru, perusahaan ini telah mengumumkan pengambilalihan mayoritas saham pada PT Tri Satria Indah Motor (TSIM). Langkah ini menandai babak baru bagi INPS dalam mendiversifikasi lini bisnisnya guna memperkuat posisi pasar di sektor kendaraan bermotor.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), INPS telah resmi mengakuisisi 90% saham milik PT Tri Satria Indah Motor. Dalam transaksi ini, INPS membeli sebanyak 180 lembar saham dengan nilai per lembar sebesar Rp1 juta. Dengan demikian, total nilai investasi yang digelontorkan untuk aksi korporasi ini mencapai angka Rp5,8 miliar.

Proses pengalihan kepemilikan ini telah diresmikan melalui penandatanganan akta jual beli pada tanggal 5 Oktober 2026. Adapun pihak yang melepas saham tersebut adalah Jemmy Widjaja, seorang pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan pihak perseroan. Melalui kesepakatan ini, PT Tri Satria Indah Motor kini resmi menjadi entitas anak di bawah naungan PT Indah Prakasa Sentosa Tbk.
Terkait mekanisme pembayaran, manajemen menjelaskan bahwa dari total nilai transaksi sebesar Rp5,8 miliar, perusahaan telah melakukan pembayaran awal sebesar Rp2,92 miliar. Pembayaran tersebut dilakukan berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat yang telah disepakati sebelumnya pada 30 September 2026. Sementara itu, sisa pembayaran sebesar Rp2,88 miliar telah dilunasi pada saat proses penandatanganan akta jual beli berlangsung.
Pasca-transaksi ini, struktur kepemilikan saham di PT Tri Satria Indah Motor mengalami perubahan signifikan. Kini, INPS memegang kendali utama dengan kepemilikan 180 saham atau setara 90%. Sementara itu, Jemmy Widjaja masih memegang 18 saham atau 9%, dan Liem Kiet Hiw memegang 2 saham atau 1%. Seluruh rangkaian penjualan saham ini telah mendapatkan persetujuan dari seluruh pemegang saham melalui Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham.
Keputusan untuk menjadikan TSIM sebagai entitas anak yang dikendalikan secara langsung ini akan berdampak pada laporan keuangan perusahaan. Ke depannya, laporan keuangan TSIM akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasi INPS. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha INPS untuk masuk ke segmen kendaraan bermotor roda tiga.
Manajemen INPS optimis bahwa ekspansi ke sektor otomotif ini akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan pendapatan dan memperkuat kondisi keuangan perseroan di masa mendatang. Meskipun melakukan ekspansi besar, manajemen menegaskan bahwa transaksi ini tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap operasional, aspek hukum, maupun kelangsungan usaha perusahaan secara keseluruhan.
