Close Menu
    What's Hot

    Kejutan di KAI Bos Buruh Jadi Komisaris

    05-10-2026 - 10.06

    Danza Jadi Nama Baru Mobil Premium BYD

    05-10-2026 - 10.02

    Strategi Besar EMAS Suntik Dana Triliunan

    05-10-2026 - 08.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Kejutan di KAI Bos Buruh Jadi Komisaris
    • Danza Jadi Nama Baru Mobil Premium BYD
    • Strategi Besar EMAS Suntik Dana Triliunan
    • Asing Jual Saham Masif IHSG Merah
    • Saham BIKE Dikuasai Segelintir Pihak
    • AADI Jual Tambang Kestrel ke Yancoal
    • IHSG Merosot Akibat Reshuffle Kabinet
    • IHSG Anjlok ke Level 5900 Akibat Reshuffle
    Senin, 5 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Asing Jual Saham Masif IHSG Merah
    Pangan

    Asing Jual Saham Masif IHSG Merah

    05-10-2026 - 08.023 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Pasar modal Indonesia kembali menghadapi tekanan hebat pada perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (1/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau terperosok ke zona merah dengan penurunan yang cukup signifikan. Hingga penutupan sesi I, indeks berada di level 6.020,70, atau merosot sebesar 50,44 poin atau setara dengan 0,83 persen.

    Kondisi pasar yang kurang bersahabat ini ditandai dengan arus modal keluar yang cukup masif dari investor mancanegara. Berdasarkan data transaksi, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) mencapai Rp204,30 miliar. Jika menilik rinciannya, total nilai pembelian oleh investor asing tercatat sebesar Rp1,70 triliun, sementara nilai penjualan mereka menembus angka Rp1,90 triliun. Aktivitas perdagangan di bursa sendiri cukup dinamis dengan volume transaksi mencapai 192,65 juta lot dan nilai transaksi keseluruhan menyentuh angka Rp4,9 triliun.

    Asing Jual Saham Masif IHSG Merah
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Meski IHSG secara umum melemah, tidak semua saham mengalami nasib serupa. Sejumlah emiten justru menjadi incaran para investor asing yang melakukan aksi beli (net buy). Salah satu yang paling menonjol adalah PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) yang berhasil diborong asing dengan nilai mencapai Rp54,46 miliar melalui volume 39,16 juta saham.

    Selain ENRG, raksasa perbankan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga masuk dalam daftar belanja asing dengan nilai Rp28,31 miliar. Tak ketinggalan, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) turut mengantongi aliran dana masuk sebesar Rp25,00 miliar. Di sektor lain, investor asing juga melirik PT Astra International Tbk. (ASII) senilai Rp15,84 miliar dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebesar Rp11,67 miliar.

    Beberapa saham lain yang juga mendapatkan sentimen positif dari aksi beli asing antara lain PT Timah Tbk. (TINS) sebesar Rp10,08 miliar, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) senilai Rp7,37 miliar, serta PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) sebesar Rp6,22 miliar. Sektor perbankan syariah dan BUMN juga mencatatkan perolehan, di mana PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) masing-masing dibeli bersih senilai Rp5,70 miliar dan Rp5,43 miliar.

    Di sisi lain, tekanan jual yang paling berat dialami oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO). Saham teknologi ini mengalami aksi jual bersih oleh asing sebesar Rp62,77 miliar dengan volume perdagangan yang sangat besar, yakni 2,24 miliar saham. Selain GOTO, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) juga dilepas dengan nilai Rp29,52 miliar, disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) sebesar Rp24,55 miliar.

    Sektor perbankan besar lainnya seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga tidak luput dari aksi jual asing dengan nilai Rp19,80 miliar. Daftar saham yang dilepas asing semakin panjang, mencakup PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) sebesar Rp19,54 miliar, PT Solusi Kemasan Digital Tbk. (PACK) senilai Rp18,19 miliar, hingga PT Indosat Tbk. (ISAT) sebesar Rp18,11 miliar. Penjualan asing juga menyasar PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) sebesar Rp15,92 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) senilai Rp15,26 miliar, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar Rp14,22 miliar.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Kejutan di KAI Bos Buruh Jadi Komisaris

    05-10-2026 - 10.06

    Danza Jadi Nama Baru Mobil Premium BYD

    05-10-2026 - 10.02

    Strategi Besar EMAS Suntik Dana Triliunan

    05-10-2026 - 08.06

    Saham BIKE Dikuasai Segelintir Pihak

    05-10-2026 - 05.06

    AADI Jual Tambang Kestrel ke Yancoal

    05-10-2026 - 05.02

    IHSG Merosot Akibat Reshuffle Kabinet

    05-10-2026 - 02.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Kejutan di KAI Bos Buruh Jadi Komisaris

    agroplus.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara resmi melakukan langkah strategis dalam memperkuat struktur…

    Danza Jadi Nama Baru Mobil Premium BYD

    05-10-2026 - 10.02

    Strategi Besar EMAS Suntik Dana Triliunan

    05-10-2026 - 08.06

    Asing Jual Saham Masif IHSG Merah

    05-10-2026 - 08.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.